RADAR JOGJA – Anggota Fraksi PAN DPRD Sleman Raudi Akmal memberikan dukungan terhadap keluarga korban tenggelam Pantai Goa Cemara Bantul. Dia berharap semua pihak bisa mengambil hikmah positif dari musibah tersebut.

Raudi Akmal menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan mendalam kepada keluarga atas peristiwa di Pantai Goa Cemara. Pihaknya sudah mendatangi keluarga korban, yang merupakan warga Tempel, Sleman, untuk memberikan dukungan moral. Ia meyakini ada hikmah yang bisa menjadi pelajaran hidup semua pihak dalam peristiwa tersebut.

“Kami di sana bertemu kakak korban dan memberikan dukungan moral, kami menyampaikan bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa ini. Sebelumnya kami juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk memantau pencarian dan menemui relawan,” katanya, Sabtu (8/8).

Dalam kesempatan itu Raudi juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada relawan dan tim SAR yang 24 jam penuh melakukan pencarian. Hasilnya hingga Sabtu, sudah enam korban yang berhasil ditemukan. Proses pencarian pun masih dilakukan untuk korban yang belum ditemukan.

Apa hikmah dari kejadian tersebut? Dia menilai mitigasi bencana di kawasan wisata harus disiapkan untuk meminimalisasi timbulnya korban. Mengingat kejadian kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa terjadi beberapa kali di wilayah DIJ termasuk di Sleman. Mitigasi bisa dilakukan melalui proses edukasi kepada para pengunjung.

Menurutnya, mitigasi bencana harus disiapkan, melalui edukasi kepada masyarakat dan tempat wisata. “Bagaimana mitigasi bencana ketika itu sangat perlu di tempat wisata, belum lama ini ada kejadian di Turi dan di kali Progo sedang mancing terus hanyut,” katanya.

Pemerintah, dinilainya, perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) di tempat wisata yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. SOP berkunjung ini sangat penting terutama di lokasi wisata yang ada potensi bahaya. Tak kalah pentingnya para pelaku wisata juga diberikan pelatihan mitigasi bencana.

Pemerintah daerah diminta harus memberikan perhatian lebih di dalam pencegahan agar tidak muncul korban ketika berada di tempat tempat yang berpotensi yang menimbulkan bahaya.

“Karena itu harus membuat SOP di tempat wisata dan pelatihan mitigasi di seluruh warga terutama di lokasi lokasi wisata yg berpotensi menimbulkan bahaya,” ungkapnya. (*/naf/ila)

Sleman