RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 yang masih melanda di tanah air berdampak langsung kepada masyarakat, terutama kelompok marjinal. Di tengah kondisi ini sulit bagi mereka untuk berpikir memperbaiki rumah yang kondisinya mungkin sudah sangat tidak layak huni.

Kondisi ini mengundang keprihatinan komunitas-komunitas relawan yang tergabung dalam perhimpunan STAK Jogjakarta. Mereka berinisiatif melakukan bedah rumah. Salah satu sasarannya adalah rumah milik Temu Rahayu yang tinggal di Dusun Jambon, Trihanggo, Sleman.

Sebagai pekerja srabutan dengan hasil yang tidak menentu untuk menghidupi istri dan dua anaknya yang masih sekolah, bukan hal mudah bagi Temu. Kondisi ekonomi memaksanya tinggal di rumah berdinding gedek berukuran 18 m2 bersama ibu, istri, dan dua anaknya. Masak, mandi, mencuci, tidur, semua dilakukan di rumah ekstra mungil ini.

”Pada 3 Agustus 2020 STAK memulai acara bakti sosial bedah rumah dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, rumah Temu Rahayu yang dipilih untuk dibedah. Direncanakan rumah ini sudah akan selesai sebelum 17 Agustus dan serah terima kunci akan disaksikan pihak Baznas DIJ, Dinas Pekerjaan Umum Sleman dan Lantas Polres Sleman,” jelas Ketua STAK DIJ Aipda Sigit Susanto dalam pers rilis, Rabu (5/8).

STAK adalah himpunan komunitas relawan dari DIJ dan sekitarnya. STAK tidak hanya aktif melakukan kegiatan kerelawanan untuk membantu keamanan dan ketertiban Jogjakarta, khususnya di malam hari. Mereka juga aktif melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.

”Kegiatan bedah rumah seperti ini sudah ke dua belas kalinya dilakukan sejak perhimpunan ini berdiri pada 2017. Sigit bersyukur Baznas DIJ, Lantas Polres dan Dinas Pekerjaan Umum Sleman selalu rutin mendukung,” tuturnya. (ila)

Sleman