RADAR JOGJA – Idul Adha tahun ini Pondok Pesantren Ora Aji menyembelih empat belas ekor sapi. Sederet tokoh dan sahabat Gus Miftah turut menjadi sohibul kurban.

Beberapa di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan politikus PAN Mumtaz Rais. Selain itu ada juga dari Dedy Corbuzier, komunitas HDCI Sleman Slowman dan CEO D’Paragon Jhon Dayat.

“Secara jumlah, dengan tahun lalu sama, namun kuantitas dagingnya lebih banyak tahun ini. Bisa di rata-rata sapi-sapi kurban berbobot lebih dari 1 ton,” ujar pimpinan Ponpes Ora Aji Gus Miftah saat ditemui di sela acara Minggu (2/8).

Penceramah kondang bernama KH Miftah Maulana Habiburrahman ini mengaku total daging kurban terkumpul mencapai 4 ton. Nantinya akan dijadikan sekitar 4.000 kantong daging.

Kiai nyentrik berjuluk Presidennya Para Pendosa ini mengatakan, daging kurban akan didistribusikan ke seluruh wilayah di Jogjakarta dan sekitarnya. Terutama di daerah-daerah terpencil yang merupakan basis jamaah pengajian Gus Miftah. Seperti Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, Sleman dan berbagai daerah lainnya.

“Jadi jangan menganggap korban banyak kemudian hanya untuk pondok saja itu salah. Pondok hanya mengambil 1 kuintal, sisanya akan dibagi secara merata,” tegasnya.

Gus Miftah bersyukur Ponpes Ora Aji diberi kepercayaan dari berbagai pihak untuk melaksanakan kurban tahun ini. “Tentunya ini amanah yang harus kami sampaikan segera kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Turut mendampingi, CEO D’Paragon Jhon Dayat menambahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, merupakan moment kurban terbaik untuk berbagai. Sebab banyak masayarkat yang terkena dampak dari wabah ini.

“Semoga kebahagian ini bermanfaat, dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ketua HDCI Sleman Slowman Ervin Arifianto mengungkapkan, setiap tahun komunitas motor gede ini ikut berkorban di pondok pesantren Ora Aji. Terakit ke mana didistribusikan, dari komunitas menyerahkan sepenuhnya ke pihak pondok.

“Kami setuju, di masa pandemi, daging hewan kurban sangat dibutuhkan. Sebab saat ini ekonominya banyak yang lowbat,” candanya.

“Dan semoga ke depan kurbannya HDCI semahal motornya. Amiin,” timpal Gus Miftah di sela wawancara.

Sementara itu, Ustad Yusuf Mansyur yang hadir di tengah prosesi penyembelihan mengatakan nilai sedekah tahun ini pasti berlipat. Sebab, tahun ini merupakan masa sulit ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu, dia menambahkan, prosesi kurban di Ponpes Ora Aji bisa dijadikan salah satu simbol kerukunan, perdamaian, hingga persahabatan diantara umat muslim. “Ini mematahkan dugaan, prasangka bahwa umat islam itu berselisih. Ndak, itu tidak ada. Kami bersatu,” tegasnya. (naf)

Sleman