RADAR JOGJA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) DIJ melalui program Qurban Prioritas kembali mendistribusikan hewan kurban di empat kabupaten. Daerah tersebut meliputi Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Sleman.

Namun karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan penyembelihan, pencacahan dan distribusi hanya dilakukan di dua titik saja, yakni Samigaluh, Kulonprogo dan Kalasan, Sleman. Koordinator Qurban Prioritas Rina Ekawati mengatakan, program ini dilaksanakan BMM secara nasional di 12 titik. Pelaksanaan di wilayah Jogjakarta dilakukan di Purwomartani, Kalasan, Sleman selama tiga hari sejak hari sabtu (1/8) hingga Senin (3/8), dan di Samigaluh, Kulonprgo dua hari yakni Sabtu (1/8) dan Minggu (2/8).

“Total hewan kurban tahun ini mencapai lebih dari 250 ekor Kambing dan Sapi. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun lalu,” ujar Rina ditemui di serambi Masjid At-Taqwa, Kadiroji I, Purwomartani, Kalasan, Sleman Minggu (2/8).

Rina yang juga merupakan Koordinator Perwakilan Baitulmaal Muamalat DIJ memastikan sebelum daging terdistribusi ke penerima manfaat, tim dari BMM telah melakukan pemetaan wilayah. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan distribusi hewan kurban secara berlebihan dari berbagai lembaga.

“Kadang satu wilayah ada yang overlapping, sehingga menjadi kurang tepat sasaran,” katanya.

Untuk itu, Rina menjelaskan ada beberapa kriteria wilayah yang menjadi prioritas mendapat daging hewan kurban. Di antaranya daerah tersebut merupakan zona terdampak atau rawan bencana, daerah dengan angka kemiskinan tinggi, dan minus hewan kurban.

Alhamdulillah tahun ini di empat daerah prioritas, tercatat lebih dari seribu penerima manfaat,” katanya.

Rina menambahkan, memaknai kurban, bisa menjadi sesuatu yang wajib bagi mereka yang telah teredukasi dengan baik. Saat ini, kurban bukan lagi sesuatu yang memberatkan, sebab kurban sendiri pada hakekatnya merupakan sesuatu yang bisa direncanakan sebelumnya.

“Tujuan mulia dari berkurban ini jelas bersama membentang manfaat. Sehingga terjadi pemeratan kesejahteraan ,” jelasnya.

Berkurban itu, lanjutnya, membahagiankan pertama kepada Allah SWT, kedua manusia satu dengan lainnya.

Dia berharap, para penerima manfaat nantinya dapat teredukasi secara baik, untuk tidak selalu menerima saja, tetapi juga melakukan rencana (planning) bahwa mereka juga bisa menjadi sohibul kurban kedepannya.

“Selain itu juga, untuk para mitra peternak terintegritas jujur. Tidak hanya sekadar menjual hewan, tetapi mereka beternak hewan terbaik karena Allah dan untuk sohibul kurban dan penerima manfaat,” tutupnya. (*/naf/ila)

Sleman