RADAR JOGJA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak pada pelayanan Puskesmas Depok I. Penyebabnya adalah sepuluh tenaga kesehatan Puskemas Depok I positif Covid-19. Alhasil fasilitas pelayanan kesehatan ini terpaksa ditutup hingga Selasa (4/8).

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo membenarkan adanya penutupan Puskemas Depok I. Penutupan berlangsung sejak Sabtu (1/8). Tindakan selanjutnya adalah kegiatan disinfeksi ke seluruh sudut ruangan Puskemas Depok I.

“Awal mula munculnya kasus di (Puskemas) Depok I itu hanya satu kasus. Saat itu pelayanan masih berlangsung. Baru setelah muncul 9 kasus baru langsung ditutup,” jelasnya, ditemui di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (3/8).

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini menuturkan awalnya pelayanan Puskesmas berjalan normal. Hingga akhirnya diputuskan ditutup setelah muncul transmisi lokal. Kebijakan ini atas pertimbangan meminimalisir persebaran Covid-19.

Joko masih mendalami awal mula penularan Covid-19. Walau begitu dia memastikan penularan tidak berasal dari pasien. Setidaknya hingga saat ini kondisi pasien maupun warga yang sempat mampir Puskesmas Depok I masih sehat.

“Pasien malah tidak ada yang terpapar. Untuk jumlah karyawan di Puskemas Depok 1 ada 52 orang. Dari totak itu, 10 nakes positif Covid-19,” katanya.

Pasca penutupan, seluruh pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas terdekat. Untuk kawasan Kecamatan Depok dialihkan ke Puskesmas Depok II dan Puskesmas Depok III. Puskesmas Depok I akan operasional normal pasca disinfeksi selesai.

“Kalaupun besok buka, dilayani dengan terbatas. Khususnya oleh tenaga kesehatan yang tidak positif fan tidak kontak erat dengan kasus sebelumnya,” ujarnya.

Dinkes Sleman membeberkan puluhan tenaga medis di Sleman telah terpapar Covid-19. Khusus puskesmas selain Depok I, ada pula Puskemas Ngaglik, Puskemas Mlati dan Puskemas Kalasan. Seluruh kasus telah menjalani rawat inap isolasi di rumah sakit rujukan.

“Nakes positif kurang lebih 20-an, tapi untuk data terbarunya masih dipastikan lagi. Berawal dari screening lalu juga tracing,” katanya. (dwi/tif)

Sleman