RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta pengelola objek dan destinasi wisata konsisten menjalankan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dia meminta agar penerapan aturan tak hanya berjalan apik saat uji coba semata. Namun wajib konsisten selama operasional telah berjalan normal.

Dia juga mendorong penegakan aturan berlaku tegas. Apabila tak patuh protokol kesehatan Covid-19, maka pengelola objek dan destinasi wisata berhak melarang wisatawan untuk masuk. Baik untuk kunjungan personal maupun rombongan.

“Kalau ada yang melanggar, maka jangan diijinkan masuk lokasi. Misal yang tak pakai masker satu, bisa diberi. Tapi kalau rombongan senggaja tidak pakai (masker) ya tidak diberikan akses untuk masuk,” jelasnya, ditemui dalam uji coba operasional Museum Gunung Merapi (MGM), Jumat (24/7).

Dalam kesempatan ini, SP, sapaannya, memastikan tak ada larangan bagi wisatawan luar daerah. Selama penerapan protokol baik maka tak ada pengecualian. Terlebih protokol kesehatan berlaku tanpa memandang asal wilayah wisatawan.

Terkait target kunjungan wisata, SP tak ingin muluk-muluk. Baginya langkah utama adalah penerapan protokol kesehatan selama operasional. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang.

“Jumlah pengunjung bisa mencapai 50 persen itu sudah bagus sekali. Semuanya butuh waktu. Kalau kasus Covid-19 masih nambah terus walau (objek wisata) dibuka, wisatawan tak akan datang. Tapi kalau semakin landai maka perlahan bisa datang,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 Sleman mencatat adanya 66 permohonan pembukaan operasional sektor wisata. Untuk destinasi wisata ada 16 pengajuan permohonan. Dari total tersebut baru 7 yang mendapatkan rekomendasi.Arena bermain anak terdapat 4 permohonan dan baru 1 yang memenuhi rekomendasi.
Adapula catatan 4 rumah makan dan 2 diantaranya telah terekomendasi. Tempat karaoke sebanyak 9 tempat dan masih proses. Klub malam terdapat 2 permohonan dan baru 1 yang terekomendasi. Sementara angkutan wisata ada 25 permohonan. Seluruhnya masih proses penjadwalan pengecekan.

“Kaitannya adalah adaptasi kebiasaan baru untuk kemudian di verifikasi dahulu. Untuk memastikan protokol dilaksanakan dengan benar. Timnya dari Dinkes, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Dinas Pariwisata,” ujarnya Kadispar Sleman Sudarningsih.

Verifikasi lapangan meliputi beberapa aspek. Mulai dari kedisiplinan sumber daya manusia (SDM) dalam menerapkan protokol Covid-19. Selanjutnya sarana prasarana pendukung seperti wastafel, thermogun dan penanda jaga jarak. Terakhir adalah standar operasional prosedur (SOP).

Dia memastikan penerapan protokol berlaku ketat. Apabila tak memenuhi syarat maka rekomendasi tak kekuar. Rekomendasi ini menjadi penting sebagai jaminan kepercayaan kepada wisatawan yang datang.

“Kalau tidak memenuhi syarat tidak kami terbitkan rekomendasi. Perhatikan protokol kesehatannya. Lalu SDM-nya jangan sampai terpapar Covid-19. Tujuan dari protokol kan melindungi semua tak hanya tamu tapi juga SDM,” katanya.(dwi/tif)

Sleman