RADAR JOGJA – Pengawasan tahapan pilkada di masa pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kalasan berinovasi dengan membuat film pendek.

Anggota Panwaslu Kecamatan Kalasan Lilik Sumitro mengungkapkan, pihaknya memproduksi film pendek bergenre komedi bertujuan agar sosialisasi lebih mudah diterima masyarakat. Film yang diproduksi kemudian diunggah dalam akun youtube Pengawas Pemilihan Kalasan, dan media sosial lainnya. “Film pendek ini juga diperankan oleh para anggota Panwaslu dan Panwaslu Desa beserta staff yang sudah menguasai materi sosialisasi,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (16/7).

Lilik mengaku, untuk proses produksi dan editing, masing-masing membutuhkan waktu sehari. Semua proses pengambilan gambarnya pun dilakukan di kantor.

Panwaslu Kecamatan Kalasan pun tergolong kreatif dan produktif dalam membuat film pendek. Buktinya mereka sudah memproduksi dua judul film pendek. Yaitu Emoh eM Pe Mu, atau tolak politik uang untuk mensosialisasikan bahaya politik uang bagi demokrasi. Kemudian Menthelengi PPDP, yang ini terkait pentingnya pengawasan bersama tahapan Mutarlih. “Mudah-mudahan kami bisa produksi lagi dengan tema sosialisasi tahapan lainnya,” kata dia.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaslu Kecamatan Kalasan ini menjelaskan,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman menginstruksikan agar Panwas Adhoc berinovasi mengoptimalkan pengawasan melalui media daring. Selain tetap melaksanakan pengawasan secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut dia, dalam Film pendek, selain mensosialisasikan tahapan Pilkada dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan. Dalam film, lanjut dia, juga memuat materi agar masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan. “Nah, dengan film pendek komedi ini mudah-mudahan lebih bisa diterima masyarakat, karena kami tahu di masa pandemik ini masyarakat butuh hiburan, tapi hiburan yang mendidik,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan pilkada di masa pandemik ini, fokus panwaslu memang dua hal, yaitu bagaimana melaksanakan tugas pengawasan agar terwujud pilkada yang berintegritas, juga mematuhi protokol kesehatan. “Keduanya harus bisa berjalan lancar, film ini salah satu medianya,” kata dia.(cr1/pra)

Sleman