RADAR JOGJA – Pasar hewan menjadi tempat cukup rentan penyebaran virus korona (Covid-19). Menjelang Idul Adha, transaksi jual beli hewan yang meningkat akan mengundang kerumunan orang.

Untuk itu, Pemkab Sleman melakukan edukasi dan memberikan masker kepada pedagang hewan saat pantaun perdagangan hewan kurban di pasar hewan Ambarketawang, Gamping Rabu (15/7). Harapannya, dengan edukasi sedini mungkin bisa mencegah klaster baru persebaran virus korona dari pedagang hewan.

Pantauan ke Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping oleh Pemkab Sleman  (15/7)( SEVTIA EKA NOVARITA/RADAR JOGJA )

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, data kasus positif fluktuatif. Pembagian masker dan edukasi kepada pedagang adalah bentuk upaya yang dilakukan untuk menekan persebaran virus. Mengingat, pedagang di Sleman, tidak hanya berasal dari wilayah Jogjakarta saja. Mereka ada yang datang dari Jawa Tengah hingga Madura yang saat ini adalah zona merah. “Jangan sampai terjadi impor virus,” jelasnya.

Dalam pantauannya, SP mendapati pedagang yang masih mengenakan masker kusut dan sudah layak ganti. SP juga menekankan, agar pemakaian masker digunakan dalam rentan waktu 4 -5 jam.

SP menambahkan, pihaknya juga meminta UPT pasar hewan agar memperketat penerapan protokol pencegahan Covid-19. Mereka diminta untuk tidak memperbolehkan masuk para pedagang tak bermasker. “Namanya edukasi harus terus-menerus, seperti promosi produk,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Heru Saptono mengimbau, agar lansia dan anak-anak tidak mendekati area penyembelihan di pasar hewan. Hal ini karena mereka adalah kelompok rentan tertular Covid-19.

Nantinya, Heru mengaku akan menurunkan jajarannya sebanyak 300 orang sebagai pengawas praktik kurban Idul Adha. Terdiri dari 200 orang aparatur sipil negara (ASN), 100 orang dokter praktik hewan dan relawan kesehatan hewan. Yang akan melakukan pemantauan di 40 titik penjualan hewan kurban di pinggir jalan. “Kami pantau betul, di area penyembelihan itu juga dikasih semacam pita atau police line yang masyarakat tidak boleh langsung ke situ,” ungkap Joko.

Sementara dalam data yang dihimpun pihaknya, Heru mengaku jumlah hewan kurban yang ada di masyarakat meningkat 10 persen dibanding bulan yang sama di tahun berbeda. Sedangkan jumlah hewan terjual meningkat hingga 15 persen. (eno/bah)

Sleman