RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta agar pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban berlaku ketat. Terutama hewan korban yang berasal dari episentrum Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pengawasan juga berlaku bagi kurir pengantar hewan kurban.

Kebijakan ini guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Walau mendekati masa Idul Adha, namun protokol kesehatan Covid-19 tetap berlaku ketat. Kelengahan kebijakan justru dapat menjadi celah munculnya kasus bahkan klaster baru.

“Saat ini memang sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru tapi bukan berarti kehidupan normal sepenuhnya. Ada protokol kesehatan yang wajib dijalankan. Termasuk dalam menyambut Idul Adha kali ini,” jelasnya ditemui di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman, Rabu (15/7).

Di satu sisi, SP, sapaannya, belum bisa memastikan transaksi hewan kurban tahun ini. Dia tak menampik akan ada perbedaan signifikan. Dalam masa pandemi Covid-19 ini tentu berdampak pada ekonomi di pasar hewan.
Sekilas SP melihat geliat pasar hewan mulai membaik. Terbukti dari aktivitas pasar hewan Gamping yang mulai ramai. Walau penjual dan pembeli masih didominasi oleh warga Jogjakarta.

“Hari ini geliat transaksi bagus. Banyak transaksi terjadi dan banyak pedagang. Harus tetap bersyukur di tengah pandemi jelang Idul Adha tetap ramai,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DP3) Kabupaten Sleman Heru Saptono mengakui ada perubahan pasca pandemi Covid-19. Tak hanya dari sisi harga tapi juga ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sleman. Khususnya sapi, kambing dan domba.

Berdasarkan data DP3 Sleman ada kenaikan 10 persen untuk harga pasaran. Tercatat saat ini harga hewan kurban sapi di kisaran Rp 18,5 juta hingga Rp 23,5 juta. Sementara untuk jenis kambing dan domba di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Kambing dan domba naik Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Kalau sapi potong itu naik 15 persen hingga 20 persen. Kenaikan ini tentu dibanding harga tahun lalu,” ujarnya.

Terkait ketersediaan, Heru memastikan stok hewan kurban di Sleman aman. Bahkan dapat dikatakan surplus jika dibandingkan stok hewan kurban tahun lalu. Stok ini setidaknya aman untuk memenuhi hewan kurban Idul Adha 2020.
Sebagai acuan untuk 2019 ada 2.380 titik pemotongan hewan kurban. Jumlah sapi disembelih sebanyak 8.000 ekor. Jumlah hewan kurban kambing tersembelih ada 2.221 ekor. Lalu untuk hewan kurban domba mencapai 10.837 ekor.

“Kalau kebutuhan daging sapi sampai dengan bulan Juli nanti masih surplus 1053,505 ton. Data ini juga kami kirim seminggu sekali ke Depdagri di tim ketahanan pangan,” katanya. (dwi/tif)

Sleman