RADAR JOGJA – Aparat Polsek Mlati menangkap pelaku prostitusi online AP alias Kuyang di wilayah Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman Sabtu (4/7). Selain berprofesi sebagai mucikari, keseharian pria berusia 21 tahun asal Purworejo ini merupakan mahasiswa dari luar DIJ.

Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanto menjelaskan, tersangka melakukan prostitusi online dimulai dengan merekrut korban melalui grup info loker Jogja sebagai terapis pijat pada Juni. Faktanya, korban dibujuk untuk melayani berhubungan seksual terhadap tamu yang datang.
Sejak Juni sampai 4 Juli, tersangka mempromosikan dan mencarikan tamu bagi korban. Caranya, dengan mengunggah foto-foto korban melalui akun media sosial twitter yang dibuat tersangka. Jika ada tamu yang berminat, komunikasi berlanjut melalui pesan WhatsApp. ”Tanpa sepengetahuan tamu, karena tersangka berpura-pura sebagai korban,” jelas Hariyanto Selasa(14/7).

SEVTIA EKA NOVARITA/RADAR JOGJA

Untuk mencapai kesepakatan, jelasnya, tersangka sebenarnya menjadi penghubung antara tamu dan korban. Hanya, tamu dan korban tidak mengetahui peran dari tersangka. ”Jika sepakat, tamu membayar secara COD (cash on delivery) ke korban di kamar hotel yang disewa,” ungkapnya.

Melalui akun twitter yang ada, tersangka berhasil mendapatkan tiga orang tamu. Adapun tarif short time atau sekali kencan, ditetapkan sebesar Rp 500 ribu, dengan pembagian hasil sebanyak Rp 100 ribu untuk tersangka dan sisanya untuk korban. Sedangkan untuk tarif long time atau menginap di hotel sebesar Rp 800 ribu. ”Kalau long time ini tersangka terima Rp 200 ribu,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyanto menerangkan, dalam prostitusi online kali ini, AP merekrut dua korban yakni Vn, 21, seorang mahasiswi asal Cilacap, Jawa Tengah. Selain Vn, seorang ibu rumah tangga asal Boyolali, Jawa Tengah, WP, juga menjadi korban AP. ”Sudah ada 20 tamu yang dilayani oleh dua korban ini,” terangnya.

Sedari awal, jelasnya, korban tidak mengetahui akan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial. Hanya, karena himpitan ekonomi, korban tidak melakukan perlawanan maupun kabur. “Karena orientasinya adalah uang,” kata Dwi.

Selain menangkap pelaku, Polsek Mlati juga berhasil mengamankan dua buah handphone, uang Rp 1 juta, satu kondom dan satu kondom yang telah digunakan.

Pelaku, tegasnya, akan dikenakan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun. Sesuai dalam UU nomor 22/2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau pasal 296 KUHP. (eno/bah)

Sleman