RADAR JOGJA – Penanganan aksi kejahatan di Sleman kini dibantu dengan pemanfaatan aplikasi Polisiku. Dikuatkan dengan pemantauan selama 24 jam melalui closed circuit television (CCTV) yang terpantau di Monitoring Center Polres Sleman.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto memastikan aplikasi berfungsi efektif. Setiap laporan yang masuk langsung terpantau monitor di ruang monitoring center. Sehingga penanganan dapat lebih optimal dan cepat.

“Bisa langsung mengetahui kalau ada kejahatan jalanan atau yang akrab disebut klitih itu. Kalau CCTV ada 30 titik dan memantau titik strategis,” jelasnya ditemui di ruang Monitoring System Polres Sleman, Selasa (14/7).

Di satu sisi Anton mengakui fungsi dari aplikasi ini belum efektif. Penyebabnya pengguna aplikasi yang masih sedikit. Alhasil laporan yang masuk ke aplikasi belum optimal. 

Perwira menengah dua melati ini berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi agar bisa melaporkan segala bentuk pelanggaran hukum, aksi kriminalitas maupun kecelakaan lalulintas di wilayahnya. Sehingga penanganan terhadap setiap kasus menjadi lebih cepat.

“Aplikasi ini sarana memudahkan masyarakat dalam melaporkan situasi di wilayahnya. Kejadian dengan cepat bisa dilaporkan. Sehingga petugas kepolisian bisa mendatangi dengan cepat,” katanya.

Tak hanya itu, Polres Sleman juga memiliki aplikasi internal. Fungsinya untuk memantau keberadaan personel yang bertugas di lapangan. Salah satu perannya adalah meneruskan laporan masyarakat kepada polisi yang bertugas. 

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman untuk koordinasi pemanfaatan CCTV yang dimiliki dinas tersebut.

“Kalau aplikasi internal itu ada lambang sesuai kesatuan. Binmas, Serse semua terpantau pergerakannya. Jadi bisa lebih cepat penanganan kasus karena terdeteksi lokasinya,” ujarnya.

Fungsi CCTV diklaim efektif, karena beberapa pelanggaran sempat terpantau di Monitoring System Polres Sleman. Seperti pelanggaran lalu lintas dikawasan jalan Laksda Adisucipto.

“Selain lihat kemacetan juga bisa lihat pelanggaran. Seperti di jalan Solo itu (Laksda Adisucipto) sering untuk memacu kecepatan. Ini kan bisa membuat kecelakaan lalulintas,” bebernya. (dwi/tif)

Sleman