RADAR JOGJA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah merelokasi seluruh peserta ujian tertulis berbasis komputer (UTBK). Hal ini lantaran adanya zona merah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terbatasnya akses menuju ke wilayah tertentu.

Humas LTMPT Anwar Effendi menjelaskan, relokasi jadwal sudah dilakukan bagi peserta tahap I dan tahap II. Dengan adanya relokasi, seluruh peserta telah diminta untuk mencetak ulang kartu tanda peserta agar mengetahui jadwal baru hasil relokasi.

Sampai saat ini, sudah 95,75 persen dari total 703.875 peserta yang telah melakukan cetak kartu baru. Baik dari tahap I maupun II. Pada tahap I, total peserta yang telah mencetak kartu baru mencapai 554.006 peserta dari total 579.069 peserta. “Pada tahap II, dari total 124.806 peserta, yang telah mencetak kartu baru sebanyak 119.954 peserta,” jelas Anwar Sabtu (4/7).

Anwar menekankan, batas akhir cetak ulang kartu adalah Minggu (5/7) bagi tahap II dan Sabtu (4/7) untuk tahap I. Sementara untuk pelaksanaan tes UTBK akan diubah menjadi empat sesi setiap harinya. Yang mana peserta tahap I akan dimulai dari 5-14 Juli dan tes peserta tahap II akan dilaksanakan pada 20-29 Juli. “Pengumuman SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus ,” tambahnya.

Anwar menekankan, selain wajib membawa kartu tanda peserta, fotokopi ijazah maupun surat keterangan lulus, peserta diwajibkan untuk mengenakan masker selama proses tes. Selain itu, peserta dianjurkan untuk menggunakan face shield maupun sarung tangan.

Kasubag Kerja Sama dan Humas Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta (UPNVY) Markus Kusnardijanto mengaku sudah ada 2.441 peserta dari total 2.560 peserta di tahap I yang telah mencetak kartu baru. Menurutnya, jumlah ini lebih sedikit dari total 7.650 kuota peserta yang disiapkan sebelumnya. Hal ini menjadikan pelaksanaan ujian hanya terfokus pada satu tempat yakni Fakultas Teknik Industri (FTI). “Karena jumlah peserta yang tidak melebihi dari apa yang kita perkirakan,” ungkap Markus.

Markus mengaku, saat ini pihaknya telah siap dalam hal sarana dan prasarana untuk menunjang ujian. Tidak ada yang khusus selama ujian berlangsung, peserta hanya diperkenankan untuk mengenakan pakaian lengan panjang, menggunakan masker, dan mematuhi protokol kesehatan. (eno/din)

Sleman