RADAR JOGJA – Masih ingat kasus pembuangan bayi perempuan yang terjadi di  Dusun Gunungharjo, Prambanan, Sleman, Minggu ( 14/6) lalu? Kasus ini akhirnya diungkap jajaran Polres Sleman. Pelakunya sang ibu M,21 dan A,22, pria yang jadi temannya. Keduanya warga Semarang, Jawa Tengah. Keduanya adalah mahasiswa fakultas kedokteran di salah satu kampus di Semarang, Jawa Tengah.

Kanit Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menyatakan, pelaku membuang bayi tersebut, karena hubungan intim di luar nikah.”Namun mereka  belum siap. Sehingga memilih untuk membuang bayi hubungan terlarang tersebut,’’ katanya.

M melahirkan janinnya pada 12 Juni lalu pada pukul 04.00 di  Rumah Sakit Permata Medika Semarang. Namun, tersangka A tidak berniat untuk mengurus anak yang dilahirkan oleh M. M dan A kemudian memilih pergi ke Jogjakarta dengan maksud menitipkan buah hasil hubungan keduanya ke saudara M di Bantul. Namun, saat perjalanan kedua pelaku malah terlibat cekcok dan memilih membuang bayi tersebut.

Bayi yang diketahui baru berusia tiga hari tersebut ditemukan warga dengan memakai selimut dan bantal bayi. Gelang identitas kelahiran juga masih terpasang pada pergelangan tangan.”Bayi itu sudah diserahkan ke pihak keluarga tersangka yang sebelumnya telah dirawat Dinsos Sleman. Kabarnya pasangan ini akan dinikahkan guna menjaga legalitas bayi tersebut,” terang Deni.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku pembuangan bayi harus menjalani hukuman. Sebab M dan A didakwa telah melanggar Pasal 305, Pasal 306 atau Pasal 308 KUHP tentang kesengajaan orang tua melakukan pembuangan bayi.”Kedua pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara,” ujar Deni. (inu/din)

Sleman