RADAR JOGJA – Dana insensif untuk tenaga kesehatan (nakes) tak kunjung cair. Dana tersebut, akan diberikan oleh pemerintah pusat bagi nakes yang menangani Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, setidaknya ada 600 nakes dari rumah sakit (RS) rujukan dari Kabupaten Sleman yang diajukan mendapatkan insentif ke Pemerintah Pusat. Seluruh nakes tersebut, berasal dari RS rujukan Covid-19 yang ada di Sleman. Mulai dari RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RS JIH, RS Panti Rini, RS Sakina Idaman, RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS Bhayangkara, RSA UGM dan RS Hermina. “Total kalau rumah sakit sembilan. Di luar RS Sardjito dan Ghrasia, ada sekitar 600 nakes,” jelas Joko kemarin (19/6).

Joko menambahkan, data nakes sebelum diajukan untuk mendapatkan insensif, sebelumnya telah diverifikasi. Mulai dari tingkat kabupaten dan provinsi. Untuk saat ini, Joko mengaku data yang ada telah diproses oleh pusat. “Insentif nakes sudah terproses sampai ke pusat, tinggal dari pusat bagaimana. Tapi sampai sekarang belum,” tambahnya.

Menurut Joko, saat ini dana insentif sangatlah diperlukan nakes. Mengingat banyaknya nakes yang juga ikut menjadi korban karena Covid-19. Oleh karena itu, Joko berharap, dana insentif segera turun. “Kalau tenaga kesehatan terkena Covid-19, yang menderita kan tidak hanya tenaga kesehatan,” kata Joko. (eno/bah)

Jogja Utama