RADAR JOGJA – Pengawasan terhadap Indogrosir Mlati berlangsung ketat. Setidaknya ada tim khusus yang mengawasi operasional harian. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada pengunjung maupun pegawainya.

Bupati Sleman Sri Purnomo meminta manajemen Indogrosir Mlati menjalankan dengan patuh protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dia tak ingin klaster kedua muncul setelah pusat perbelanjaan ini kembali beroperasi. Apabila terjadi pelanggaran maka Pemkab Sleman berhak menutup tempat usaha tersebut.

“Indogrosir intinya kalau siap laksnakan protokol kesehatan sesuai arahan, silakan operasional. Kami amati kalau melanggar ya kami tutup,” tegasnya, Selasa (16/6).

Manajemen Indogrosir sendiri telah mengirim surat pengajuan operasional kepada Pemkab Sleman. Responnya adalah terbit surat jawaban  nomor 440/01370 tertanggal 9 Juni. Dalam surat jawaban tersebut tertuang tiga poin utama.

Poin pertama, Indogrosir menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan saat buka. Termasuk pembatasan jumlah dan waktu kunjungan dan tata laksana pelayanan.

Poin kedua, Indogrosir bertanggung jawab atas semua aktivitas di kawasan pusat perbelanjaan tersebut. Tentunya mengacu pada protokol kesehatan. Termasuk di dalamnya aktivitas karyawan, pemasok maupun pengunjung.

“Poin ketiga, seluruh operasional pelayanan dipantau dan dievaluasi secara periodik oleh dinas teknis dalam hal ini Disperindag dan Dinas Kesehatan Sleman,” katanya.

Pemkab Sleman juga telah mempelajari prosedur tetap milik Indogrosir Mlati. Acuan ini kemudian dinilai oleh tim kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman. Apabila realistis dan bisa dipertanggungjawabkan, maka bisa operasional penuh.

“Tapi tetap diawasi, kalau ada pelangaran ya  bisa tutup lagi. Memang tidak kami lepas sepenuhnya. Karena untuk menjalankan protokol butuh konsistensi dan disiplin,” ujarnya.

Tim khusus yang dimaksud adalah tim lapangan. Perannya melihat secara langsung operasional protokol oleh para karyawan Indogrosir. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer dan physical distancing.

SP, sapaannya, memiliki dua pertimbangan atas dibukanya kembali Indogrosir. Pertama pelacakan kasus klaster Indogrosir Mlati dianggap telah selesai. Terbukti dari massifnya tracing menggunakan rapid diagnostic test (RDT) hingga uji swab. Beberapa pasien juga dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pertimbangan kedua ada perputaran roda ekonomi. Indogrosir Mlati dianggap sebagai tempat kulakan bagi pedagang kecil. Ditutupnya pusat perbelanjaan ini tentu berdampak pada ketersediaan stok barang dagangan di warung dan toko kecil. (dwi/ila)

Sleman