RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman mengizinkan Indogrosir Mlati beroperasi kembali. Pertimbangannya adalah penyisiran kasus melalui rapid diagnostic test (RDT) maupun Polymerase Chain Reaction (PCR) dinilai telah rampung. Berlangsung sejak periode 19 April hingga 4 Mei. Sasarannya adalah karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Pembukaan Indogrosir Mlati berawal dari pengajuan surat permohonan izin untuk melakukan layanan secara reguler. Tindak lanjutnya adalah surat jawaban nomor 440/01370 tertanggal 9 Juni.

“Surat jawaban itu tentang operasional pelayanan reguler indogrosir Sleman berbasis protokol kesehatan. Ada tiga poin yang harus dipatuhi oleh manajemen Indogrosir jika ingin operasional normal,” jelas Kasubag Humas dan Protokoler Pemkab Sleman Savitri Nurmala Dewi, Senin (15/6).

Ketiga poin utama itu di antaranya, Indogrosir menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan. Selama menjalani operasional pelayanan. Termasuk pembatasan jumlah dan waktu kunjungan dan tata laksana pelayanan.

Poin kedua, Indogrosir bertanggungjawab atas semua aktivitas di kawasan pusat perbelanjaan tersebut. Tentunya mengacu pada protokol kesehatan. Termasuk didalamnya aktivitas karyawan, pemasok maupun pengunjung.

“Poin ketiga, seluruh operasional pelayanan dipantau dan dievaluasi secara periodik oleh dinas teknis dalam hal ini Disperindag Sleman,” katanya.

Pertimbangan lain adalah Indogrosir sebagai salah satu penyedia kebutuhan bahan pokok. Keberadaan ini mampu mendukung eksistensi toko dan warung kecil. Harapannya dapat membuat roda perekonomian kembali berjalan.
Terlepas dari regulasi ini, masyarakat wajib patuh atas protokol yang berlaku. Terlebih seluruh operasional pelayanan Indogrosir tetap dalam pemantauan Pemkab Sleman. Sehingga apabila ada pelanggaran tak menutup adanya sanksi.

“Indogrosir sebenarnya sudah buka layanan reguler sejak 10 Juni. Menurut manajemen, mayoritas sudah sembuh tapi masih diberikan istirahat sampai akhir Juni,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman