RADAR JOGJA – Pemkab Sleman sedang menyiapkan bantuan sapu jagat atau bantuan sosial tunai (BST) yang diambil dari dana APBD Kabupaten Sleman. Bantuan direncanakan sebagai solusi bagi masyarakat miskin yang terdampak Covid-19, namun belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah.

Kepala Seksi Kesejahteraan Dinsos Sleman Sarastomo Ari Saptoto mengatakan, untuk tahun ini pihaknya menyiapkan anggaran untuk bantuan sapu jagat sebesar Rp 30 miliar. Bantuan akan disasarkan kepada 25 ribu warga miskin di kabupaten ini.

Terkait besarannya, Ari menjelaskan setiap kepala keluarga akan menerima bantuan Rp 200 ribu per bulan dengan penyaluran selama beberapa kali dalam setahun. Saat ini pihaknya sedang mendata bersama dengan pemerintah desa untuk masyarakat penerimanya. “Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar supaya tepat sasaran,” ujarnya Minggu (14/6).

Pemberian bantuan sapu jagat ini nantinya akan digunakan sebagai solusi atau sapu jagat bagi masyarakat miskin terdampak pandemi yang belum sama sekali menerima bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi. Atau digunakan sebagai bantuan tambahan bagi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

Terkait pemberian selama masa pandemi ini, Ari mengatakan sebagian masyarakat miskin di Sleman sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa BST dengan nilai bantuan Rp 600 ribu per KK yang diberikan setiap tiga bulan.

Dalam pemberian bantuan itu, ia mengatakan dalam pendataannya dia mengacu pada Basis Data Terpadu (BDT) milik Kementerian Sosial. Untuk total penerimanya, di Kabupaten Sleman tercatat 30.778 KK. Teknis pemberian dilakukan dengan cara transfer ke rekening bank masyarakat penerima manfaat.

Disinggung adanya bantuan yang belum tepat sasaran, Ari mengakui hingga saat ini memang masih banyak aduan masyarakat. Dikatakan, rata-rata masyarakat yang memberikan aduan merasa belum menerima bantuan meski dirasa layak sebagai penerima.

“Tekait aduan memang masih ada, untuk hal ini kami selalu berkoordinasi dengan pengurus wilayah untuk melakukan verifikasi. Apabila memang pantas menerima, tentu akan kami cairkan solusi,” terangnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo sebelumnya menyampaikan, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. Sehingga dapat untuk tambahan selain usaha yang dilakukan masyarakat dalam mencari nafkah setiap harinya.

“Uang tunai ini dicukup-cukupkan untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari. Saya juga berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk penyebaran virus korona,” ujar SP. (inu/laz)

Sleman