RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan lampu hijau kepada pengelola wisata, hotel, dan restoran untuk beroperasi. Syaratnya wajib menjalankan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) secara ketat.

Diawali dengan kesiapan sumber daya manusia dan sarana fasilitas. Lalu sistem yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Kunci penting dari dibukanya tempat usaha adalah protokol Covid-19 yang ketat. Mulai dari penggunaan masker, penerapan physical distancing hingga cuci tangan dengan sabur dan air. Setiap pengunjung wajib dicek suhu tubuhnya. Berlaku pula untuk para karyawan dan pelaku usaha wisata.

“Seperti Breksi ini sudah sangat siap dengan protokol kesehatannya. Tempatnya luas sehingga memungkinkan wisatawan untuk jaga jarak. Orang yang masuk juga wajib periksa suhu tubuh dan pakai masker,” jelasnya ditemui di Tebing Breksi, Jumat (12/6).

SP, sapaannya, juga mengapresiasi kesiapan pengelola Tebing Breksi. Berupa adanya alur pejalan kaki bagi wisatawan yang berkunjung di objek wisata tersebut. Khususnya di wilayah puncak batu tebing Breksi. Diketahui bahwa tebing ini memiliki tempat yang sempit.

Pengawasan berlaku internal, artinya setiap pengelola memiliki tanggung jawab besar. Tak hanya itu, SP juga menerjunkan tim pemantau tak terlihat untuk mengawasi manajemen pelayanan kepada pengunjung wisata.

“Ada pemantau tidak terlihat, semacam intelijen untuk mengawasi dan mengingatkan bukan mencari kesalahan,” katanya.

Tim lapangan ini juga berkomunikasi dengan instansi penanggungjawab. Alurnya adalah melaporkan setiap kelonggaran protokol kesehatan Covid-19. Tindak lanjut setelahnya adalah komunikasi instansi penanggungjawab kepada pengelola wisata.

“Kalau ada kerumunan akan ditegur, nanti kepala dinas terkait yang mengingatkan kepada pengelola. Tim pemantau ini kami sebar ke sejumlah titik wisata,” ujarnya.

Di satu sisi SP menyadari pembukaan destinasi wisata tak bisa gegabah. Terlebih pandemi Covid-19 masih membayangi bagi wisatawan maupun pengelola wisata. Dia tak ingin pembukaan lokasi wisata memunculkan klaster baru di Sleman.

Sayangnya kebijakan ini juga belum diimbangi dengan aturan tegas. Berupa sanksi apabila ada pelanggaran atau kelalaian. Dia masih berharap para pengelola wisata maupun wisatawan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

Manajer Pemasaran objek wisata Tebing Breksi Chripianus Tugiyanto, 41, mengakui persiapan operasional tak mudah. Ratusan fasilitas penunjang telah disiapkan di sejumlah titik. Mulai dari wastafel tempat cuci tangan hingga alur pejalan kaki. Setiap karyawan juga dibekali standar operasional prosedur SOP Covid-19.

“Kami masih bersiap dulu, masih beradaptasi dengan situasi baru. Membuat SOP lokal dulu meskipun nanti elaborasi dengan keputusan pemerintah,” jelasnya. (ila/dwi)

Sleman