RADAR JOGJA – Beragam tanggapan datang dari para pedagang Pasar Prambanan uji rapid diagnostic test (RDT) maupun uji swab. Mulai dari perasaan cemas hingga tak takut menjalaninya. Rasa antusias terpancar saat satu persatu menjalani tes untuk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini.

Jumilah mengaku tak was-was saat menjalani uji RDT. Awalnya perempuan berusia 44 tahun ini sempat menutup mata. Namun saat jarum suntik mulai mengambil darahnya, dia merasa biasa saja. Bahkan dia sempat celetuk ternyata jarum suntiknya tidak sakit.

“Jebul ora lara pas disuntik,” katanya kepada petugas medis yang mengambil sampel darah, Selasa (9/6).

Walau begitu pedagang telur puyuh ini mengaku tak khawatir atas keberadaan Covid-19. Dia tetap berjualan seperti hari biasa. Prinsipnya adalah roda perekonomian harus terus berputar.

Terkait uji RDT dan uji swab yang diadakan Pemkab Sleman, dia menyambut baik. Dia merasa senang terpilih untuk mengikuti uji medis tersebut. Dia berharap agar seluruh pedagang di Pasar Prambanan tetap sehat dan negatif dari Covid-19.

“Tidak was- was biasa saja (tentang Covid-19), tapi sangat senang bisa ikut rapid tes. Sehari ya tetap jualan seperti biasa, tidak was-was. Tapi jualan tetap pakai masker,” kata warga Tirtomartani Kalasan ini.

Berbeda dengan Hartinem. Perempuan berusia 60 tahun ini sempat takut menjalani uji RDT. Terlebih pengambilan sampel darah menggunakan jarum suntik. Hanya saja dia tetap memberanikan diri mengikuti uji medis tersebut.

“Ada rasa takut sedikit pas mau ikut rapid tes. Tapi setelah ikut merasa lebih aman, karena dites (uji RDT) jadi tahu (terkena Covid-19) tidak. Harapannya bebas dari Corona dan ekonomi balik normal,” ujarnya.

Sehari-hari, Hartinem berjualan sebagai penjaja makanan dan wedang di Pasar Prambanan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan sepeti hari biasanya. Bedanya, protokol kesehatan berlaku tegas di pasar tradisional terbesar se-kabupaten Sleman ini.

Warga Kalasan ini tetap memilih berjualan seperti hari biasanya. Alasan terkuat adalah roda ekonomi harus tetap berputar. Tapi perempuan paroh baya ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin.

“Biasanya kalau ada (pembeli) yang tidak pakai masker saya ingatkan. Ada tulisan juga di semua area pasar, wajib pakai masker semua,” katanya. (dwi/tif)

Sleman