RADAR JOGJA – Kecelakaan Helikopter MI 17 milik TNI AD di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, Sabtu (7/6) kemarin menyebabkan empat prajurit TNI AD gugur. Salah satunya adalah Kapten Cpn Fredy Febrianto. Disemayamkan di rumah duka di Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (7/6).

Almarhum Kapten Fredy meninggalkan seorang istri bernama Atika Prihatiningsih beserta dua anaknya yang berusia 6 dan 3 tahun. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Makam Kolombo siang ini.

Dalam prosese pelepasan, jenazah Kapten Freedy diserahkan pihak keluarga kepada Korps Satuan TNI AD yang diwakilkan Pasipes Kodim Sleman, Lettu Inf Suryanto.

“Kami keluarga sadar, sebagai prajurit TNI tidak tahu kapan akan gugur,” ucap perwakilan keluarga Joharto dalam pidato pelepasan Jenazah.

Selain Kapten Freedy, tiga prajurit lain yang gugur adalah Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Melalui keterangan tertulisnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Nefra Firdaus mengungkapkan Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA 5141 tersebut sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah. Misi ini merupakan bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.

Misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang Tactical Manuver dimulai pukul 12.35. Kemudian Helikopter MI-17 ini jatuh dan terbakar di Kecamatan Kaliwungu, Kendal sekitar pukul 13.40. (sky/tif)

Sleman