RADAR JOGJA – Jelang diberlakukannya new normal life Juni mendatang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Tri Nugroho meminta Pemkab Sleman juga memberi perhatian khusus pada Pesantren. Meskipun Gubernur DIJ HB X telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diperpanjang hingga akhir Juni.

”Peran Pemkab dalam persiapan new normal ini sangat dibutuhkan, khususnya terhadap pesantren. Tidak ada salahnya Pemkab mempersiapkan sejak dini,” ujar Tri Nugroho saat dihubungi Kamis (28/5).

Menurutnya, kontribusi pemkab terhadap pesantren dapat diwujudkan dengan berbagai hal, salah satunya yakni menyangkut dengan regulasi ketika para santri nanti kembali ke pesantrennya masing-masing pada bulan Juni-Juli mendatang.

”Mekanismenya harus diatur, regulasinya juga harus diatur. Jangan sampai ada klaster baru nantinya,” lanjut Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sleman tersebut.

Tri berpendapat, infrastruktur menjelang new normal mendatang juga harus disiapkan oleh pemkab, tentunya setelah regulasinya selesai. Mengingat pesantren di wilayah Kabupaten Sleman sangat banyak. Hampir disetiap Kecamatan ada.

”Apakah nanti ketika para santri kembali itu langsung ke pondok masing-masing atau gimana? Itu kan harus jelas,” tandasnya.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan, Pemkab setidaknya bisa menyiapkan tempat khusus. Sehingga nanti sebelum santri kembali ke pesantren, wajib registrasi dulu disatu tempat. ”Jadi semua santri sebelumnya dilakukan rapid test untuk memastikan para santri aman dan nyaman ketika kembali ke pesantren,” tutupnya. (naf/ila)

Sleman