Belum Semua Sektor Tersentuh Bantuan

RADAR JOGJA – Pelaku wisata di Kabupaten Sleman tengah diupayakan untuk mendapat bantuan sosial. Pariwisata menjadi salah satu sektor terdampak pandemi virus korona (Covid-19). Akibatnya, para pelaku wisata kini tidak memiliki penghasilan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pendataan terhadap para pelaku wisata yang terdampak dari pandemi Covid-19. Hasil pendataan, akan diserahkan kepada instansi berwenang agar bisa diupayakan mendapatkan bantuan.

Di Sleman, pelaku wisata yang terdampak pandemi Covid-19 mencapai ribuan. Banyak dari mereka yang kini tidak memiliki penghasilan sama sekali dan memilih menutup sementara usaha pariwisata miliknya. Mereka kehilangan penghasilan karena memang sudah tidak ada lagi kunjungan wisatawan semenjak covid-19 masuk Indonesia. ”Dampaknya mulai dari objek wisata alam, buatan, jasa penginapan maupun penjual oleh-oleh,” ujar Ningsih, sapaan Surdaningsih Jumat (22/5).

Terkait dengan pemberian bantuan, dijelaskan sebagian pelaku usaha wisata di Sleman sudah mendapat bantuan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta swasta. Namun, belum menjangkau keseluruhan usaha wisata di Bumi Sembada. “Baru beberapa ratus orang saja. Kami selalu menjalin komunikasi dengan pelaku wisata dan jumlahnya mencapai ribuan,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Bambang Sugeng mengatakan, semenjak virus korona mulai merebak di Jogjakarta, kunjungan wisata mulai sepi. Kondisi itu yang kemudian mendorong para pelaku wisata di wilayah tersebut memutuskan berhenti beroperasi sejak 23 Maret lalu. Keputusan itu berdampak pada hilangnya mata pencarian para operator jip.

Bambang menyatakan, operator jip yang kehilangan mata pencaharian mencapai 5.000 orang.  Serta ada 900 mobil jip milik para pelaku wisata yang kini dikandangkan atau dihentikan operasinya. “Para driver (operator jip) banyak yang kembali kepekerjaan utamanya di desa, seperti bertani, beternak atau jadi tukang batu,” katanya. (inu/bah)

Sleman