RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemkab Sleman melaporkan adanya 24 warga reaktif dari uji rapid diagnose test (RDT) massal. Seluruhnya adalah warga yang sempat mengunjungi Indogrosir Mlati. Hasil reaktif ini didapat setelah mengikuti rangkaian uji RDT kedua.

Hasil RDT ini merupakan akumulasi penyelenggaraan selama dua hari. Hari pertama (19/5) terdapat 18 hasil RDT reaktif. Sementara hari kedua terdapat enam hasil RDT reaktif. Awalnya 24 warga tersebut dinyatakan non reaktif saat uji RDT pertama.

“Bagi yg reaktif akan difasilitasi petugas puskesmas yang mewilayahi,  untuk diantar ke pusat karantina kesehatan atau Asrama Haji Mlati,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Rabu (20/5).

Pelaksanaan RDT massal ini adalah putaran kedua dari kegiatan yang sebelumnya. Dilaksanakan sebagai tindak lanjut pemeriksaan konsumen Indogrosir. Khususnya yang berbelanja dari rentang waktu 19 April hingga 4 Mei.

Hari pertama terdapat 348 warga yang mengikuti RDT massal. Sementara untuk hari kedua terdapat 362 orang. Dari kedua hari ini didapatkan 24 hasil reaktif terhadap RDT.

“Secara umum rapid test berjalan lancar,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan ada perbedaan waktu penyelenggaraan RDT kedua. Karena tak bisa terselenggara besok (21/5), Pemkab Sleman memundurkan pelaksanaan RDT hari ketiga pada 27 Mei.

“Hari ketiga itu harusnya 21 Mei, tapi karena tanggal merah mundur 27 Mei atau setelah lebaran. Nanti digabung dengan rapid tes ASN Pemkab Sleman yang ikut Sabtu kemarin (16/5),” katanya. (dwi/tif)

Sleman