RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo meminta peserta rapid diagnose test (RDT) massal konsisten mengikuti seluruh tahapan hingga sesi berakhir. Termasuk menjalani uji RDT sebanyak dua kali. Hingga mendapatkan hasil non reaktif dua kali berturut-turut.

Joko menegaskan uji RDT tidak cukup sekali. Terlebih jika tes pertama didapatkan hasil non reaktif. Maka perlu tes RDT kedua untuk mendapatkan hasil yang sama. Tujuannya untuk memastikan peserta tes negatif gejala Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Memang harus seperti itu, dua kali berturut-turut rapid tes. Kalau hasil pertama non reaktif maka wajib tes lagi untuk dapat hasil yang sama (non reaktif),” jelasnya ditemui di GOR Pangukan Tridadi Sleman, Selasa (19/5).

Dua kali uji RDT tak hanya untuk memastikan tak ada gejala Covid-19. Tujuan lainnya adalah agar Gugus Tugas Covid-19 Sleman dapat menerbitkan surat keterangan non reaktif. Fungsinya untuk menjamin warga peserta tes bisa beraktivitas normal kembali.

Beberapa perusahaan dan instansi meliburkan karyawannya. Terutama yang sempat berbelanja di Indogrosir Mlati dalam kurun waktu 19 April hingga 4 Mei. Guna memetakan, Pemkab Sleman memfasilitasi RDT massal dalam dua gelombang.

“Kalau dua kali non reaktif kami bisa menerbitkan surat keterangan. Akan digunakan untuk kerja lagi kalau perusahaan sudah aktif,” katanya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini tak mempermasalahkan adanya tes diluar Pemkab Sleman. Hanya saja warga tetap wajib melampirkan hasil uji RDT kedua. Agar bisa mendapatkan surat keterangan non reaktif.

“Tidak masalah kalau yang tes kedua tidak ikut di GOR Pangukan. Nanti surat hasil tes dilampirkan, baru kami beri surat keterangan non reaktif,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, jumlah peserta RDT massal kedua menyusut. Dibuka pukul 09.00, kondisi berangsur sepi pukul 09.30. Kursi antrian yang awalnya penuh perlahan kosong dan sepi.

RDT massal kedua ini guna memfasilitasi pengunjung Indogrosir Mlati. Jarak waktu dengan RDT pertama adalah 7 hingga 10 hari. Hanya saja ada selisih hari untuk pelaksanaan RDT massal hari ketiga.

“Hari ketiga itu harusnya 21 Mei, tapi karena tanggal merah mundur 27 Mei atau setelah lebaran. Nanti digabung dengan rapid tes ASN Pemkab Sleman yang ikut Sabtu kemarin (16/5),” katanya.

Berdasarkan data, ada 57 pengunjung Indogrosir yang dinyatakan reaktif. Dari total tersebut sebanyak 33 warga telah menjalani uji swab. Sementara 24 warga masih menjalani uji swab hari ini di Asrama Haji Mlati.

Joko mengakui proses uji swab tidak berlangsung cepat. Karena setiap warga harus mendatangi rumah sakit berbeda untuk diambil sampel swab. Berbeda dengan pengambilan sampel swab kepada 24 warga yang tersisa.

“Hari ini petugas medis dari RS Bhayangkara yang mendatangi asrama haji. Semua dituntaskan hari ini. Kalau untuk hasil, sebagian harusnya sudah ada yang keluar. Ditunggu saja,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman