RADAR JOGJA – Pasien Klaster Indogrosir Mlati terus bertambah. Tak hanya dari generasi 2 tapi juga generasi 3. Seperti yang tercatat oleh Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) per hari ini (17/5). Terdapat penambahan empat kasus baru klaster pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan data, detil klaster meliputi Kasus 197, seorang perempuan berusia 42 tahun asal Sleman. Kasus 199, perempuan berusia 33 tahun asal Bantul. Keduanya berstatus karyawan dan masuk dalam generasi 2.

“Keduanya tercatat sebagai karyawan Indogrosir Mlati. Kalau total kasus untuk karyawan ada 34 kasus. Angka ini belum termasuk pasien generasi 1, kasus 79,” jelasnya, Minggu (17/5).

Sementara untuk generasi 3 adalah kasus 200 dan 201. Detailnya kasus 200, balita laki-laki berusia 2 tahun asal Bantul. Sementara kasus 201 adalah perempuan berusia 25 tahun asal Sleman. Keduanya merupakan hasil tracing dari karyawan Indogrosir.

Berdasarkan data ini, total generasi 3 klaster Indogrosir mencapai 5 kasus. Lalu total kasus klaster pusat perbelanjaan di Mlati Sleman ini telah mencapai 40 kasus. Merupakan akumulasi dari kasus 79, generasi 2 dan generasi 3.

“Tracing langsung ditangani oleh Dinkes wilayah. Baik untuk yang karyawan maupun keluarganya. Untuk selanjutnya dipertakan persebarannya,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya pasien klaster jamaah tabligh. Tercatat sebagai pasien kasus 198. Datanya adalah pasien laki-laki berusia 32 tahun. Pasien ini diketahui berdomisili Kabupaten Sleman.

“Untuk akumulasi kasus keseluruhan mencapai 199 kasus Covid-19. Yang masih rawat isolasi sebanyak 106 pasien,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memastikan tracing kepada karyawan terus berjalan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinkes wilayah lainnya. Gunanya untuk memperbaharui informasi dan pemetaan persebaran Covid-19.

Hasil sementara menunjukan penularan telah mencapai keluarga karyawan. Artinya klaster Indogrosir telah mengalami local transmision. Setidaknya di wilayah Gunungkidul, Sleman dan Bantul.

“Dari laporan antar Dinas Kesehatan memang sudah muncul. Tiga kasus sebelumnya ada di Gunungkidul. Hari ini yang anak atau kasus 200 dari Bantul dan kasus 201 itu istri karyawan dari Sleman,” katanya.

Tak hanya karyawan, pihaknya juga tengah fokus pada uji swab pengunjung. Untuk diketahui saat ini ada 65 warga yang dinyatakan reaktif rapid diagnose test (RDT) Klaster Indogrosir. Terdiri dari 52 warga Sleman, enam warga Bantul dan tujuh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sleman.

Saat ini pihaknya tengah melakukan uji swab kepada puluhan pengunjung tersebut. Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini memastikan belum ada data yang keluar. Seluruhnya masih dalam proses pengolahan laboratorium uji swab.

“Masih banyak yang belum uji swab, dilanjut hari ini dan besuk (18/5). Karena harus antri di rumah sakit. Kalau angka pastinya juga belum tahu. Kami masih menunggu,” katanya. (dwi/tif)

Sleman