RADAR JOGJA – Peraturan baru terkait dengan kegiatan usaha di tengah pandemi Covid-19 resmi diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam peraturan tersebut, mengatur jam operasional beberapa jenis usaha dan standard pelayanannya. Untuk usaha rakyat seperti angkringan dan cafe hanya boleh buka sampai pukul 21.00.

Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) dalam surat keputusan bupati Kamis (14/5),  menyatakan bahwa untuk beberapa jenis usaha memang dibatasi jam operasionalnya. Seperti toko swalayan dan pusat perbelanjaan, hanya dibolehkan beroprasi mulai pukul 10.00 hingga 20.00. Kemudian pasar rakyat dibatasi sampai jam 13.00. Namun peraturan tersebut tidak berlaku bagi beberapa pasar yang memiliki aktivitas grosir sayur mayur. Seperti Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Gamping, dan Pasar Prambanan.

Peraturan baru juga berlaku bagi usaha cafe, angkringan, pedagang kaki lima, restoran dan warung makan. Pada beberapa jenis usaha tersebut jam operasionalnya hanya dibatasi sampai pukul 21.00. Serta wajib mengatur jarak tempat duduk sesuai standard pencegahan Covid-19. “Setelah pukul 21.00 pemilik usaha diharapkan tidak melayani makan,” ujar SP.

Kemudian untuk usaha hiburan umum, seperti warung internet, game net, rental Play Station dan semacamnya akan diatur jam bukannya dari pukul 09.00 hingga 21.00. Lalu bagi salon dan sejenisnya dibatasi buka sampai 21.00. Peraturan yang sama juga berlaku bagi usaha kolam pemancingan, dibatasi buka sampai pukul 21.00.

SP menyatakan, peraturan baru terkait jam operasional kegiatan usaha ini selama masa darurat Covid-19 ini wajib diterapkan oleh para pemilik usaha. Selain itu, para pemilik usaha juga wajib memenuhi prosedur pelayanan sesuai protokol kesehatan. Di antaranya penggunaan masker, sarung tangan, pelindung wajah. Kemudian penyediaan hand sanitizer dan fasilitas pencuci tangan. Serta pengaturan jarak aman antar konsumen dan karyawan. Akan ada sanksi apabila pemilik usaha tidak mengindahkan peraturan tersebut.”Dikenakan sanksi administrasi sebagai berikut, peringatan tertulis dalam rentang waktu 1×24 jam dan penutupan usaha,” ujarnya.

Salah satu pengusaha angkringan di Jalan Godean bernama Suparman mengaku tidak keberatan. Sebab, diakuinya, kondisi pandemi Covid-19 ini memang berdampak pada usahanya. Selama pandemi pun Suparman menyatakan sering menutup usahanya lebih awal.”Karena sepi sekarang. Dulu sebelum korona sampai 22.00 -23.00 masih ada yang nongkrong, sekarang beda,” ujarnya. (inu/din)

Jogja Utama