RADAR JOGJA – Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya mewanti-wanti para pengusaha agar selalu menaati protap pencegahan virus korona (Covid-19). Sebab, hanya dengan kedisiplinan terhadap protap tersebut, persebaran Covid-19 bisa dicegah.

Imbauan ini menyusul diterbitkannya Keputusan Bupati Sleman No 38/Kep.KDH/A/2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat Covid-19. Regulasi ini berlaku efektif sejak ditetapkan pada Kamis (14/5). Disebutkan bahwa pelanggar terhadap regulasi tersebut akan dikenai sanksi berupa peringatan tertulis 1×24 jam dan penutupan usaha. “Kalau sudah diperingatkan tetap ngeyel dan tidak menjalankan protap pencegahan Covid-19, ya kami tutup tempat usaha itu,” tegasnya.

Harda mengatakan, secara prinsip Pemkab Sleman mendorong seluruh kegiatan ekonomi tetap berjalan. Hanya, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19. Misalnya, mengatur jarak tempat duduk konsumen, mencegah kerumunan, serta menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, dan menerapkan physical distancing antarkaryawan maupun antatkonsumen minimal 1 meter. Pelaku usaha juga harus memakai masker, sarung tangan dan pelindung muka.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mae Rusmi Suryaningsih menambahkan, para pengusaha wajib mengatur jumlah konsumen di dalam tempat usaha. Sesuai keluasan tempat usaha dan jumlah antrean. Selain itu,  menyediakan tempat tunggu sesuai prinsip jaga jarak fisik antarkonsumen.

Adapun pengaturan jam operasional usaha dalam masa darurat Covid-19 dibagi beberap klaster. Untuk pusat perbelanjaan dan toko swalayan pukul 10.00-20.00 WIB. Sedangkan pasar rakyat dibatasi samapi pukul 13.00, kecuali aktivitas grosir sayur mayur di Pasar Prambanan, Pasar Gamping, Pasar Tempel, Pasar Pakem, dan Pasar Godean. Ada tambahan waktu sesuai dengan kegiatan dan kondisi yang sudah berjalan.

Sementara jam operasional penyelenggaraan usaha hiburan umum (game net, game station, game centre, warung internet, dan usaha lain yang sejenis) pukul 09.00-21.00. Salon dan usaha sejenisnya dibatasi sampai pukul 21.00.

Kemudian penyelenggaraan kafe, warung makan, rumah makan, restoran, angkringan/pedagang kaki lima tetap boleh buka hingga pukul 21.00 dengan mengatur tempat duduk untuk makan pengunjung. “Setelah pukul 21.00 tidak boleh melayani makan di tempat. Hanya boleh take away,” jelas Mae.

Plt Kasatpol PP Arif Pramana menyatakan, keputusan bupati tersebut menjadi payung hukum untuk melakukan tindakan disiplin bagi masyarakat/pengusaha. “Kami akan patroli ke tempat-tempat usaha yang dimaksud,” katanya.

Patroli yang melibatkan anggota Satpol PP dan TNI-Polri dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus menjadi sarana sosialisasi keputusan bupati. (yog)

Sleman