RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Sleman telah merampungkan uji swab kepada 60 karyawan Indogrosir Mlati. Hasilnya 32 karyawan dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sementara sisanya atau 28 karyawan dinyatakan negatif dari virus asal Wuhan Tiongkok tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan seluruh pasien positif telah masuk ruang isolasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan tracing kepada kontak erat karyawan. Terutama kepada keluarga atau warga sekitar lingkungannya.

“Uji swab untuk karyawan sudah rampung. Hasilnya itu, 32 positif dan 28 negatif. Presentasenya 50 persen lebih, dari angka reaktif 60 RDT (rapid diagnose test),” jelasnya, Sabtu (16/5).

Tindakan medis ini merupakan langkah lanjutan atau tracing dari kasus 79. Pasien ini adalah pasien generasi 1 Klaster Indogrosir Mlati. Ditengarai menjadi sosok utama penyebar Covid-19 di pusat perbelanjaan tersebut.

Hingga saat ini total pasien klaster Indogrosir Mlati mencapai 36 kasus. Detailnya, terdiri dari 32 karyawan Indogrosir Mlati, 3 keluarga karyawan dan sosok pasien kasus 79. Dari total tesebut hanya kasus 79 yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Tindakan selanjutnya adalah tracing kontak erat. Kalau yang pengunjung sudah rampung dan tidak menunggu hasil swab,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 Sleman sendiri telah melakukan screening kepada pengunjung Indogrosir. Hasilnya adalah 52 warga dinyatakan reaktif RDT. Adapula enam warga reaktif, hasil screening dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Jogja.

RDT massal masih berlangsung 19 hingga 21 Mei. Sasarannya adalah warga yang hasil RDT pertama non reaktif. Tindakan ini sebagai syarat langkah medis. Untuk hasil pasti wajib non reaktif selama dua kali berturut-turut.

“Kalau untuk yang reaktif sudah dilakukan uji swab sejak Kamis (14/5) kemarin. Hasil belum keluar. Nah kalau yang yang non reaktif RDT, besok ikut rapid tes lagi,” ujarnya.

Selain pengunjung, Gugus Tugas Covid-19 Sleman juga melakukan tracking kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sleman. Khususnya terkait klaster Indogrosir Mlati. Ditujukan kepada ASN yang pernah berkunjung ke Indogrosir periode 19 April hingga 4 Mei.

Dari total 250 kuota RDT kit diikuti oleh 128 ASN. Sementara berdasarkan data Pemkab Sleman ada 179 ASN yang berkunjung pada periode tersebut. Bersamaan dengan tes ini, turut pula 67 personel BPBD Sleman dan 54 petugas PMI Sleman.

“Hasilnya dari 128 ASN, yang reaktif 7 orang. Ini mereka yang berkunjung ke Indogrosir. Sementara untuk BPBD 2 reaktif dan PMI 5 reaktif. Bagi yang reaktif akan difasilitasi di pusat karantina kesehatan Asrama Haji,” katanya.(dwi/tif)

Sleman