RADAR JOGJA – Pandemi covid-19 terlihat cukup berdampak dalam segala aspek, contohnya sosial dan ekonomi. Guna menghadapi hal tersebut, masyarakat didorong untuk mulai menanam dan memproduksi pangan secara mandiri di rumah masing-masing. Seperti yang dilakukan pengurus warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Ketua RW 02 Juwangen Hendricus Mulyono mengatakan, warga desanya kini tengah didorong untuk bertani dengan memanfaatkan lahan kosong di rumahnya masing-masing. Masyarakat diminta untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan bercocok tanam atau memelihara hewan. Sehingga lahan kosong dapat produktif dan turut mendukung ketahanan pangan.

“Kami tengah menggerakan masyarakat untuk menanam tanaman cepat panen di pekarangan rumahnya masing-masing. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dan upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah kami,” ujarnya Selasa (12/5).

Adanya aktivitas pertanian di lahan kosong milik warga ini menurutnya juga sebagai bentuk mengisi kekosongan selama adanya aturan stay at home dari pemerintah. Dengan bercocok tanaman pangan atau memelihara hewan konsumsi seperti ayam dan ikan, masyarakat menjadi lebih produktif meski hanya berada di rumah.

Mulyono menambahkan, gerakan memanfaatkan lahan kosong untuk mendukung ketahanan ini tidak hanya dilakukan di wilayahnya. Namun bisa digalakan di seluruh dusun yang ada di Kabupaten Sleman. Sebab pandemi Covid-19 ini diperkirakan berlangsung dan dikhawatirkan dapat berdampak pada besar bagi ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya lahan pertanian produktif di rumah sendiri, tentu masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pangan dan tidak perlu lagi berharap pada bantuan,” terangnya.

Sebagai contoh kepada warga, Mulyono membagikan hasil panen milik keluarganya. Ratusan paket berisi sembako, sayuran dan ayam diberikan kepada warga Dusun Juwangen yang membutuhkan. Kegiatan tersebut juga sebagai peringatan ulang tahun istrinya, Sri Sumaryati yang menjabat sebagai Ketua PKK di dusun tersebut.

Ketua Tim PKK Sleman Kusitini menyampaikan, menjaga ketahanan pangan masyarakat memang menjadi salah satu hal penting dalam upaya menghadapi pandemi covid-19. Konsep pemanfaatan pekarangan sebagai pertanian oleh keluarga Mulyono ini, menurutnya mulai perlu dilakukan oleh masyarakat.

Dia menjelaskan, mulai saat ini masyarakat bisa memanfaatkan lahan dirumahnya untuk menanam berbagai jenis sayuran atau umbi-umbian. Lahan kosong, lanjut Kustini, juga bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan untuk budidaya dan sebagainya.

“Tujuannya agar lahan yang sebelumnya tidak terpakai bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau umbi-umbian. Kolam ikan juga bisa tidak terlalu luas, yang terpenting masyarakat tidak kekurangan bahan pangan,” katanya. (inu/tif)

Sleman