RADAR JOGJA – Menjalani anjuran social distancing selama pandemi Covid-19 dalam jangka waktu relatif lama memunculkan persoalan kesehatan mental seperti cemas dan stres pada sebagian besar masyarakat. Dalam situasi seperti ini, kaum perempuan menjadi kelompok yang rentan terpengaruh kesehatan mentalnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM Ronny Tri Wirasto menjelaskan, sebenarnya perempuan lebih mampu mengendalikan stres dibandingkan laki-laki. Kemampuan perempuan untuk mengendalikan stres berkaitan dengan tingginya hormon esterogen dalam tubuh yang berfungsi memblokir efek negatif stres di otak.

Seharusnya wanita lebih tahan stres dibanding laki-laki karena laki-laki memiliki hormon yang mudah labil sehingga emosi bisa naik-turun. “Namun, menariknya wanita yang semestinya stabil secara emosional justru menjadi lebih emosional” jelas Ronny yang juga psikiater di RSUP Dr Sardjito, Jumat (8/5).

Menurutnya, perempuan mejadi lebih rentan secara emosi, dikarenakan beberapa faktor salah satunya terkait kesehatan fisik. Secara umum, perempuan tidak begitu memperhatikan kondisi tubunya. Misalnya, jika sakit diabaikan dan akhirnya menumpuk sehingga lebih rentan. Selain itu, perempuan mempunyai kecenderungan lebih pemikir dibandingkan laki-laki. Wanita sering memikirkan sesuatu secara berlebihan yang membuatnya rentan mengalami stres. “Wanita berpikirnya mendalam dalam banyak hal dan ini bisa memicu stres itu sendiri,” ujarnya. (eno/din)

Sleman