RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta pedagang pasar tradisional mulai melek teknologi. Terlebih selama masa pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain agar ekonomi tetap berjalan juga menerapkan physical distancing.

Anjuran ini menyikapi semakin sepinya pasar tradisional di tengah pandemi Covid-19. Fenomena ini bisa disikapi dengan memanfaatkan transaksi melalui online. Begitupula untuk jasa mengantar hasil belanja.

“Covid-19 ini menjadi momok bersama termasuk transaki di pasar tradisional. Tapi kita harus tetap berjuang agar roda ekonomi tidak mandek. Salah satu solusinya dengan berjualan secara online,” jelasnya, ditemui di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Jumat (8/5).

SP, sapaannya, menuturkan telah ada bimbingan kepada pedagang pasar tradisional. Khususnya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan gawai. Sehingga seluruh transaksi bisa tetap berlangsung dalam ranah online.
Di satu sisi dia tak menampik skema ini tak berjalan mulus. Masalah utama adalah jasa pengantaran barang belanja kepada pembeli. Apabila memiliki keterbatasan pegawai akan menjadi masalah tersendiri.

“Kalau hanya mengandalkan anak buahnya itu tidak cukup. Jadi perlu memanfaatkan jasa seperti ojek online. Agar bisa menggerakkan sektor ekonomi di kalangan masyarakat tradisional,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menuturkan skema belanja online telah berjalan kurang lebih sebulan. Setidaknya ada 20 pasar tradisional yang menerapkan skema ini. Cara termudah adalah dengan perantara aplikasi WhatsApp.

Metode ini melibatkan admin untuk setiap pasar tradisional. Perannya adalah menyampaikan pesanan kepada penjualnya. Selanjutnya mengantar barang belanjaan melalui jasa kurir. Baik itu pegawai maupun jasa ojek online.
“Satu bulan berjalan pendapatan rata-rata Rp 520 ribu per kelompok dan yang tertinggi sampai Rp 52 juta. Kalau total untuk 20 pasar Rp 169 juta. Tapi ini belum semua kelompok melaporkan,” jelasnya.

Mae, sapaannya, menyambut positif adanya kerjasama Pemkab Sleman dengan Grab Indonesia. Solusi ini setidaknya mampu menjawab ketersediaan jasa pengantar. Sehingga proses transaksi bisa berjalan secara optimal.
Untuk mekanisme pembelian menyesuaikan aplikasi penyedia. Terlebih setiap aplikator memiliki fasilitas yang memadai untuk berbelanja di pasar tradisional. Sehingga penerapan skema belanja online dapat berlangsung optimal.

“Ini sangat membantu pedagang dan juga program pemerintah tentang pencegahan Covid-19. Mungkin kedepan bisa kerjasama langsung dengan produsen atau petaninya sehingga jaringannya lebih luas,” katanya. (dwi/tif)

Sleman