RADAR JOGJA – Puasa tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik. Namun juga untuk mental. Salah satunya adalah membantu meredakan stres.

Psikiater sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM Ronny Tri Wirasto menjelaskan banyak hal yang bisa membantu menekan stres. Salah satunya adalah menjalankan puasa. Ini karena saat berpuasa, orang cenderung melakukan pengaturan makan dengan lebih baik. Sehingga asupan makanan yang diatur, turut memengaruhi cara berpilir menjadi lebih teratur. “Jadi puasa berpengaruh secara langsung dalam meredakan stres,” jelas Ronny Selasa (5/5).

Beberapa studi menunjukkan, mengurangi kadar makan, termasuk karbohidrat, lemak, dan lainnya dalam jumlah tertentu selama beberapa minggu akan meningkatkan kemampuan dalam berpikir. Ronny mengatakan cara orang mengenali stres adalah dengan kemampuan berpikir.

Sebab, kemampuan berpikir adalah salah satu pengontrol emosi. Sehingga dengan kemampuan berpikir yang baik, emosi lebih terkendali dan menekan stres.

Menurut Ronny, dengan menjaga makan melalui berpuasa, juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respon tubuh saat stres. Puasa mampu menstabilkan hormon kortisol yang dihasilkan kelenjar adrenal dan berarti bisa menekan tingkat stres.

Produksi hormon, juga dipengaruhi oleh asupan protein yang dikonsumsi tubuh. Saat asupan gizi diatur, maka hormon yang diproduksi jugs lebih teratur. “Jadi yang tadinya hormonnya dinamis, naik-turun, bisa lebih ditekan yang secara tidak langsung menjadi lebih tenang,” tambahnya.

Ronny menambahkan, hormon kortisol lebih rendah akan mengakibatkan seseorang mudah terpapar atau irritable seperti mudah marah. Sedangkan jika produksi hormon kortisol berlebih, juga tidak baik untuk tubuh. Pasalnya, hormon tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh. “Saat stres hormon Corticotropin Releasing Factor (CFR) akan teraktivasi secara berlebih yang memengaruhi makrofag sehingga menurunkan imunitas,” ungkap Ronny. (eno/din)

Sleman