RADAR JOGJA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyatakan harba kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Sleman stabil di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu Bupati Sleman Sri Purnomo berharap masyarakat tidak melakukan panic buying.

“Dari pantauan yang kami lakukan, harga kebutuhan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng dan lainnya stabil dan cukup. Stok barang ada namun pembelinya yang agak turun,” jelasnya usai meninjau bahan kebutuhan pokok di Gudang CV Lestari, Kronggahan, Trihanggo, Gamping dan PT Goedang Grosir Berdikari, Banyuraden, Gamping, Jumat (1/5).

SP, sapaannya, menyebutkan kenaikan harga bahan pokok hanya terjadi pada komoditi gula pasir. Harga tertinggi di pasaran saat ini mencapai Rp 18.000 per kilogram dan terendah Rp 16.500 per kilogram. Namun harga gula tersebut  sudah lebih rendah dibanding bulan lalu dengan harga tertinggi  mencapai Rp 20.000  dan harga terendah Rp 17.500 per kilogram. SP mengakui stok gula tengah menipis dan distribusi dari pabrik belum lancar. 

“Kami akan koordinasi ke provinsi agar pendistribusian gula bisa lancar,” ujarnya.

Sementara itu pemilik PT Goedang Grosir Berdikari Tejo Yuwono mengatakan kebutuhan bahan pokok saat ini relatif stabil. Dia pun mengakui kenaikan harga hanya pada gula pasir. Bahkan di tingkat distributor, harga tertinggi per sak 50 kilogram pernah mencapai  Rp 825.000.

“Saat ini harga gula di distributor antara Rp 730.000 per sak berat 50 kilogram. Kemungkinan awal Mei akan turun, tapi tergantung dari pabrik,” katanya. (sky/tif)

Sleman