RADAR JOGJA – Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya mendulang lara bagi masyarakat. Di tengah pandemik ini juga menggugah jiwa-jiwa kemanusiaan, semangat gotong royong untuk saling membantu. Tujuannya untuk meringankan beban warga yang lebih membutuhkan.

Inilah yang dianut Ardiati. Perempuan berusia 53 tahun ini menginisiasi bantuan sosial secara mandiri. Caranya dengan mencantelkan beragam bahan pokok di depan rumahnya. Untuk kemudian diambil oleh warga membutuhkan yang kebetulan melintas.

“Sudah mulai sejak 7 April ini. Kepedulian untuk tetangga kanan kiri yang membutuhkan. Sebisanya saya membantu dengan bahan pokok kebutuhan sehari-hari,” jelasnya, ditemui di kediamannya Dusun Rajek Lor, Tirtoadi  Mlati Sleman, Jumat (1/5).

Ibu tiga anak ini menaruh perhatian kepada tetangganya yang membutuhkan. Setiap hari dia bersama anak dan salah satu tetangganya membungkusi beragam bahan pokok. Mulai dari beras, telur, bumbu dapur hingga sayur mayur.

Awalnya Ardiati hanya memanfaatkan uang belanja untuk berbuat baik. Seiring waktu berjalan ternyata banyak relasi dan tetangganya yang tertarik. Mulai dari menyumbangkan uang tunai, bahan pokok hingga hasil bumi perkebunan.

Aksi ini terbukti mampu menggerakkan hati warga. Ardiati tak mewajibkan bantuan dalam jumlah banyak. Terbukti ada tetangganya yang memberikan bantuan seadanya. Seperti hasil panen kebun, hingga beberapa butir telur ayam.

“Ada yang nyumbang beras 100 kilogram bisa untuk sebulan. Ada sayur-mayur dari kebon, daun singkong dan daun kelor. Kalau tetangga ada panen kangkung bayam atau selada pasti ngasih. Ini wujud keguyuban warga yang menyenangkan,” katanya.

Aksinya berlangsung konsisten setiap hari. Setidaknya dua atau tiga kali Ardiati mencantelkan dalam sehari. Tak ada pembatasan untuk warga dalam mengambil bungkusan bahan pokok. Ini karena dia meyakini warga yang mengambil adalah yang membutuhkan.

“Kadang lihat siapa yang ambil. Kalau terlihat sangat membutuhkan maka akan ditambahi, entah minyak atau telur. Pernah juga ada yang ambil 2 atau 3 bungkus, mungkin keluarganya memang membutuhkan,” ujarnya.

Di tengah obrolan tiba-tiba muncul Dwi Ariningsih. Perempuan berusia 41 tahun ini mengantarkan beragam bahan pokok. Ternyata merupakan hasil panen perkebunan. Sengaja dia siapkan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Warga Dusun Cibuk Lur II Margoluwih Seyegan ini merasa terpanggil ikut gerakan ini. Berawal dari komunikasi intens akhirnya terlibat dalam aksi. Perempuan yang kini berprofesi sebagai petani ini intens menyuplai bahan pokok.

“Dari saya sendiri memang sangat senang membantu bersama. Dari rejeki yang kita dapat, 2,5 persen adalah hak yang membutuhkan. Rasanya plong setelah bisa membantu seperti ini,” katanya.

Beberapa warga yang melintas terlihat memanfaatkan momen ini. Mulai dari warga sepuh hingga ibu rumah tangga. Masing-masing mengambil satu bungkusan bahan pokok. Salah satunya adalah Winarsih, 38.

“Di rumah ada enam orang, sama kakek. Kalau yang bekerja cuma suami saya sebagai buruh. Adanya bantuan ini sangat terbantu untuk masak sehari-hari,” ujar warga Rajek Lor ini. (dwi/tif)

Sleman