RADAR JOGJA – Pembatasan akses kendaraan luar Jogjakarta tak lagi berpatokan pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau zona merah.

Kali ini Pemprov DIJ sepakat untuk membatasi kendaraan yang berasal dari episentrum Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Apabila terbukti melakukan perjalanan daerah tersebut maka diminta untuk putar balik.

Sayangnya kebijakan ini juga belum terlalu tegas. Berdasarkan pantauan lapangan beberapa kendaraan pelat luar daerah tetap melintas. Termasuk untuk kendaraan roda empat yang berasal kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Tadi sebenarnya sudah kelihatan, pertama adalah data kependudukan mereka, dari KTP jelas. Kalau pelatnya dari luar DIJ, pelat B misalnya, tapi kalau KTP mereka KTP sini ya berarti mereka bukan kategori mudik,” jelas Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek Dishub DIJ Rizki Budi Utomo ditemui di Pos Penjagaan Tempel Sleman, Senin (27/4).

Kebijakan balik arah ini sejatinya berlaku untuk daerah yang menerapkan PSBB maupun zona merah. Sementara Jogjakarta hingga saat ini belum menerapkan PSBB. Selain itu juga tidak dinyatakan sebagai zona merah Covid-19.

“Untuk penjagaan pagi ini belum ada satu kendaraan yang kami kategorikan berasal dari zona merah atau PSBB walapun berpelat sana. Kebanyakan mereka komuter jadi penglaju. Jadi mereka penduduk DIJ yang masih menggunakan kendaraan berpelat nomor luar DIJ,” katanya.

Walau begitu Rizki menjamin kendaraan tersebut bukanlah berasal dari kawasan PSBB. Acuannya adalah tidak adanya barang bawaan berlebih dalam kendaraan. Rata-rata kendaraan hanya berisikan dua orang dengan barang bawaan minimal.

“Jumlah penumpang yang diangkut kelihatan. Jadi kalau kendaraan mudik itu kan biasanya membawa banyak orang. Tadi saya lihat beberapa ada kendaraan surveyor, memang bekerja, ada surat keterangannya. Tetap kami data, walau bukan kategori pemudik,” ujarnya.

Penjagaan pintu perbatasan ini mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang PSBB. Setidaknya ada 13 wilayah yang dikategorikan sebagai wilayah PSBB. Penjagaan berlangsung di tiga titik, Tempel, Prambanan di Sleman dan Congot, Kulonprogo.

Selama giat, seluruh kendaraan luar Jogjakarta tetap didata. Mulai dari pelat nomor, identitas pribadi, asal dan daerah tujuan. Apabila ada kendaraan yang pengendara ber-KTP kawasan PSBB maka diminta kembali ke daerah asal.
“Kalau instruksi memutar balik memang baru kami terima kemarin (26/4). Tapi sudah ada yang kami minta putar balik dari penjagaan tiga posko ini. Paling banyak di Prambanan tadi malam (26/4), ada busnya juga. (Kendaraan) Dari Bandung dan Jakarta,” katanya.

Penjagaan di tiga pos berlangsung selama 24 jam. Terbagi dalam tiga shift perharinya. Personel yang berjaga merupakan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub dan Dinas Kesehatan.

“Ada formulir yang diisi oleh personel lapangan. Kami minta untuk kepastian tujuannya sampai kelurahan mana. Karena data itu nanti akan berikan ke pemerintah desa,” ujarnya. (dwi/ila)

Sleman