RADAR JOGJA – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara jarak jauh di Kabupaten Sleman sudah dimulai sejak 23 Maret, akan dilaksanakan samlai 28 April mendatang. Meskipun dilakukan dengan jarak jauh, tidak semua sekolah di Sleman menggunakan sistem daring atau online.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono menjelaskan penerapan KBM jarak jauh di Sleman cukup bervariasi. Ada beberapa sekolah yang sudah lancar menggunakan sistem daring, ada pula di satu wilayah yang terkendala oleh kecepatan jaringan internet. Tidak hanya itu, ada pula siswa yang masih terkendala minimnya alat komunikasi berupa handphone.

Masih ditemukan, setiap rumah hanya memiliki satu handphone dan digunakan oleh orangtuanya untuk bekerja. Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah diminta untuk memberikan kelonggaran bagi siswa dalam mengumpulkan tugas. “Kami mengambil kebijakan agar tugas tidak harus langsung dikumpulkan hari itu juga. Ada yang dikasih kelonggaran dan situasional tergantung wilayah,” jelas Arif Sabtu (25/4).

Keterbatasan di beberapa sekolah untuk bisa KBM jarak jauh secara daring, tambah Arif, ada sekolah yang menerapkan kebijakan untuk siswa mengambil tugas ke sekolah. Kemudian, ketika tugas yang dikerjakan sudah selesai, maka akan dikumpulkan kembali ke sekolah. “Untuk SD ada yang ambil tugas ke sekolah kemudian dikumpulkan karena lokasi yang tidak jauh dari rumah siswa. Namun tidak banyak,” tambahnya.

Arif menambahkan, pembelajaran di rumah tidak hanya materi pembelajaran saja, tetapi pembelajaran yang bisa memberikan pengalaman kepada siswa. Oleh karena itu, KBM jarak jauh sebisa mungkin dibuat menyenangkan dan memberikan pengalaman kepada siswa. Dengan tugas yang diberikan sangat bervariasi, seperti membuat video cuci tangan yang benar, sampai membuat lagu terkait orona. “Tanpa terbebani harus menuntaskan semua capaian kurikulum. Tidak akan mungkin akan menuntaskan semua pembelajaran di masa pandemi,” tutur Arif.

Setelah masa berakhirnya perpanjangan KBM jarak jauh pada 28 April, Arif akan melakukan evaluasi kembali terkait efektivitasnya. Tujuannya agar KBM jarak jauh bisa tetap menjaga mutu pendidikan yang ada. (eno/din)

Sleman