RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ resmi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk ke Jogjakarta mulai Jumat (24/4). Pemeriksaan dilakukan dalam tiga shift dan menyasar kendaraan dari zona merah Covid-19. Jalur alternatif atau jalur tikus pun akan diawasi guna mencegah lolosnya para pendatang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub DIJ Bagas Senoadji mengatakan, dalam pemeriksaan di wilayah perbatasan itu pihaknya bakal berfokus pada kendaraan yang berasal dari zona merah. Dengan sasaran pelat nomor dari Jabodetabek, H, E, dan G. Kendaraan dengan kode wilayah tersebut akan diberhentikan dan diperiksa riwayat perjalanannya.

Ada tiga posko yang sudah didirikan, yakni di perbatasan Magelang – Jogja di Tempel, perbatasan Purworejo – Jogja di Congot, dan perbatasan Klaten – Jogja di Prambanan. Bagas menyatakan, rata-rata kendaraan yang diperiksa selama posko berdiri berkisar 70 hingga 100 kendaraan per hari.

Personil gabungan yang bertugas di posko akan melakukan pemeriksaan selama tiga shift, dari pagi hingga malam. Pagi mulai pukul 09.00-12.00, siang pukul 14.00-17.00, dan malam pukul 19.00 hingga 22.00. Pada jam tersebut, menurutnya merupakan rentang waktu ketika intensitas kendaraan cukup padat.

Pemeriksaan di perbatasan wilayah ini hanya disasarkan bagi kendaraan penumpang dan umum. Sementara untuk kendaraan barang dan logistik akan diloloskan tanpa harus wajib pemeriksaan di posko. Untuk pemeriksaannya berupa imbauan agar melakukan physical distance dan meminta isolasi mandiri ketika sudah sampai tujuan. ‚ÄúSampai saat ini kami memang tidak dapat memberlakukan penutupan atau sanksi, karena DIJ belum PSBB,” ujar Bagas saat ditemui di Posko Tempel Jumat (24/4).

Nah, agar pengawasan pendatang lebih maksimal Dishub DIJ juga telah menutup jalur alternatif di beberapa titik perbatasan. Ini, sebagai upaya agar pendatang tetap melalui pemeriksaan di posko, serta memperkecil kemungkinan pendatang untuk lolos. Adapun jalur altennatif yang ditutup di antaranya ruas jalan Tempel- Turi dan Jalan Daendles di Kulonprogo.”Ini kami lakukan, agar kendaraan dari zona merah tidak lolos dan tetap tercover pada posko-posko yang sudah didirikan,” jelasnya.

Pngawasan pendatang juga dilakukan jajaran kepolisian melalui Operasi Ketupat Progo 2020. Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol I Made Agus Prasatya menyatakan, pada operasi tersebut pihaknya melakukan pengawasan di perbatasan. Serta turut mendukung kebijakan pelarangan mudik yang sudah menjadi instruksi presiden.

Dua buah kamera artificial intelligence (AI) juga telag dipasang di a dua wilayah perbatasan, yaitu di Prambanan dan Temon. Dalam waktu dekat kamera AI rencananya juga akan dipasang di Tempel. “Fungsi kamera ini untuk menghitung kepadatan lalu lintas (trafic acounting) serta meng-capture kendaraan dengan pelat yang berasal dari zona merah,” katanya.

Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) DIJ di perbatasan Kulonprogo-Purworejo sudah berdiri dan mulai diaktifkan, kemarin (24/4). Namun tidak ada sanksi bagi kendaraan luar daerah yang melintas. Sebab DIJ belum menerapkan pembetasan sosial bersekala besar (PSBB).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DIJ, Tavid Agus Rayanto menyatakan, prinsipnya Pemda DIJ siap menyambut aturan larangan mudik.

Salah satu pengguna jalan Hendardi, mengungkapkan, dirinya tidak terganggu dengan pengecekan yang diperketat. Ia justru merespons positif langkah pemerintah untuk mencegah persebaran Covid-19. “Ini untuk bersama, dengan sama-sama tertib dan disiplin semoga wabah korona bisa segera usai,” ungkapnya. (inu/tom/din)

Jogja Raya