RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan tracing dengan rapid diagnose test (RDT) atas kasus 81 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pasien beridentitas warga negara asing (WNA) India ini diketahui memiliki mobilitas tinggi. Sebelum akhirnya transit di masjid kawasan Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menuturkan, RDT kepada WNA India dilakukan Selasa (21/4). Dari total limabelas WNA yang menjalani RDT, sembilan diantaranya reaktif. Setelah lanjut uji swab, satu diantaranya positif Covid-19.

“Iya sampai tadi siang hanya satu itu (pasien kasus 81) yang konfirmasi reaktif. Tujuh lainnya negatif dan satu lagi masih dalam pemeriksaan lanjut,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (25/4).

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini mengakui tak mudah melakukan tracing pada klaster WNA India. Hasil indentifikasi sementara menyebutkan para WNA India memiliki mobilitas tinggi. Terlebih rombongan ini pernah menggelar tabligh di beberapa tempat.

“Tracingnya masih terus berproses dan cukup melelahkan karena JT (jamaah tabligh) menyebar di banyak tempat,” katanya.
Uji RDT kepada WNA India berlanjut dengan warga Sleman. Terutama yang melakukan kontak interaksi dengan rombongan ini. Upaya medis ini dilakukan selang sehari pasca RDT kepada WNA India, tepatnya Rabu (22/4).

Hasilnya ada enam warga dinyatakan reaktif RDT. Detailnya adalah warga yang berdomisili di sekitar masjid tempat WNA India transit. Dari temuan ini berlanjut dengan tracing lanjutan kepada warga di luar kawasan Kocoran Caturtunggal, Depok, Sleman.

“Rabu (22/4) dilakukan RDT kepada takmir dan warga sekitar, sebanyak 14 orang. Enam diantaranya reaktif. Dari sini kami lakukan tracing lagi dan ketemu hasil reaktif RDT lainnya,” ujarnya.

Dari hasil tracing lanjutan muncul temuan baru. Diawali dari penerjemah WNA India. Saat dirunut di kawasan tinggal, Cangkringan Sleman, ada temuan lanjutan. Hasilnya istri dan anak sang penerjemah juga reaktif. Adapula satu tetangga penerjemah WNA yang juga reaktif.

“Yang ketemu di masjid ada enam reaktif, lalu di Cangkringan ada empat. Jadi total reaktif diluar WNA India ada 10 warga yang reaktif. Dilanjut dengan uji swab PCR untuk mengetahui positif atau negatif Covid-19,” katanya.

Joko menegaskan hasil reaktif RDT tidak selamanya identik positif Covid-19. Ini terbukti dari RDT kepada WNA India. Dari sembilan reaktif RDT, tujuh dinyatakan negatif dan satu masih pemeriksaan lanjut
“Baru reaktif hasil rapid tes nggih, PCR untuk warga Slemannya belum keluar hasilnya,” jelasnya. (dwi/ila)

Sleman