RADAR JOGJA – Selama proses belajar jarak jauh (BJJ) secara online pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran jarak jauh ternyata tidak semuanya berjalan lancar.  Salah satu kendalanya terkait kemampuan orang tua siswa menyediakan layanan internet.

“Karena hampir rata-rata orang tua siswa bekerja sebagai wiraswasta,” kata Kepala SMKN 3 Jogja Bujang Sabri, Rabu (22/4). Dengan adanya kendala tersebut maka mencetuskan untuk proses pengadaan voucher paket data sebesar 10 Gigabyte (Gb) diperuntukkan 1.207 siswa kelas 10 dan 11. Melalui anggaran yang bersumber dari dana Bosnas yang telah disepakati oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag (Disdikpora) DIJ. Pembagian paket data diberikan secara online.

Pengadaan tersebut diperuntukkan kelas 10 dan 11 dengan pertimbangan, belajar jarak jauh secara online masih berlangsung hingga tanggal 28 April. Sedangkan untuk kelas 12 karena sudah selesai pembelajaran tinggal menunggu pengumuman yang direncanakan 3 Mei mendatang. “Dana Bosnas sedang dihitung karena MOU nya dengan provider belum selesai karena masing-masing provider nilai rupiahnya beda-beda,” jelasnya.

Selain itu pihak sekolah dengan total 1.800 siswa ini juga membagikan 750 paket sembako kebutuhan bahan pokok yang diberikan kepada keluarga siswa yang tidak mampu, yang terdampak covid-19 ini. Pertimbangan ini lantaran sebagian besar siswa SMKN 3 Jogja memiliki orang tua yang ekonominya menengah ke bawah. Mereka seperti pekerja wiraswasta yang tak tentu penghasilannya. “Apalagi ada orang tuanya ojek online, pedagang, atau yang buka warung-warung kecil. Otomatis dengan pandemi ini terpengaruh penghasilan mereka,” imbuhnya. (wia/pra)

Sleman