RADAR JOGJA – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sleman direncanakan akan dilakukan secara daring atau online karena pandemi Covid-19 yang masih belum terkendali. Nantinya, PPDB online juga akan dilakukan menggunakan sistem zonasi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono menjelaskan, jalur zonasi bagi SD akan dilaksanakan pada 25-27 Juni. Sedangkan untuk SMP pada 1-3 Juli, dengan menyediakan kuota kursi sebanyak 50 persen. Nantinya, PPDB zonasi SD dan SMP ditentukan berdasarkan domisili berdasarkan kartu keluarga (KK) yang terdaftar minimal 1 tahun dalam database kependudukan Disdukcapil Sleman.

Menurut Arif, jalur zonasi SMP ditentukan dengan administrasi kewilayahan desa atau kelurahan. Dengan jarak dari sekolah ke rumah ditentukan antara lain 200, 400, dan 600 meter sesuai kondisi masing-masing SMP. Serta banyaknya sekolah dan kepadatan penduduk di sekitar sekolah. “Sedangkan untuk PPDB jenjang SD ditentukan berdasarkan administrasi perdusunan,” jelas Arif saat ditemui di Pemkab Sleman.

Arif menambahkan, apabila pendaftaran melalui jalur zonasi melebihi kuota, akan digunakan seleksi nilai akademik. Menggunakan nilai rapor kelas IV, V, VI, untuk kelas VI hanya semester I. Arif menyebut, tersedia 7.904 kursi bagi calon siswa SMP. Jumlah kursi bila ditambah kursi dari SMP swasta, maka total lebih kurang 16.000 kursi.

Jumlah kursi itu terdiri dari 151 SMP baik negeri dan swasta. Sedangkan SD memiliki ketersediaan kursi total lebih kurang 17.000 dari 530 SD baik negeri dan swasta. “Ada SMP negeri yang biasanya tidak penuh, yaitu SMP 3 N Prambanan, SMP N 4 Prambanan, dan SMP N 4 Tempel. Karena letak geografis,” tambahnya.

Selain jalur zonasi, ada tiga jalut lain yang bisa digunakan untuk PPDB. Mulai dari jalur prestasi, jalur afirmasi khusus untuk siswa miskin, dan jalur perpindahan tugas. Bagi calon peserta didik yang memiliki KK luar Sleman dan tidak bisa menggunakan jalur zonasi, bisa menggunakan jalur prestasi. Hanya saja, kuota yang disediakan untuk KK luar Sleman adalah 5 persen.

Untuk tingkat SMP, jalur prestasi akan dimulai pada 22-23 Juni. “Kuota keseluruhan 30 persen. Hanya sanja 25 persen untuk calon peserta didik KK Sleman, dan lima persen sisanya untuk luar KK Sleman,” ungkap Arif.

Sedangkan untuk jalur afirmasi, diperuntukkan calon pendaftar yang punya KK miskin dan dikeluarkan oleh Pemkab Sleman. Dengan kuota yang disediakan sebesar 15 persen. Meskipun demikian, jalur tersebut tidak bisa digunakan untuk warga yang rentan miskin.

Untuk jalur terakhir yaitu perpindahan tugas diberikan bagi calon peserta didik yang orang tuanya mengalami perpindahan dinas kerja. Berasal dari golongan TNI, Polri, PNS, pegawai BUMN dan BUMD. Menurut Arif, jika nantinya daya tampung jalur prestasi, afirmasi dan jalur perpindahan masih belum terpenuhi, maka sisa kuota akan diambil dari calon siswa yang berasal dari zonasi.

Arif menambahkan, jika pada masa PPDB kondisi belum memenuhi syarat untuk adanya kerumunan, pendaftaran dan verifikasi dilakukan secara daring. “Posko PPDB tetap kami buka, nanti kami atur protokol kesehatan tetap terpenuhi, selain itu ada juga yang bisa menggunakan layanan telepon,” ungkap Arif. (eno/din)

Sleman