RADAR JOGJA Masih perlunya kewaspadaan terhadap persebaran wabah Covid-19, pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UNBK) tingkat SD dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di Sleman ditiadakan. Nantinya, kelulusan siswa akan ditentukan dari nilai rapor dan portofolio prestasi yang sudah ada.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Arif Haryono menjelaskan ditiadakannya ujian adalah untuk menjalankan peraturan pemerintah agar tidak mengadakan kegiatan yang mekibatkan banyak orang selama masa pandemi. Selain itu, jika ujian dilakukan secara online, Arif tidak bisa menjamin objektivitasnya.

Arif memberikan contoh, bisa saja siswa yang melakukan ujian secara online akan meminta bantuan untuk mrngerjakan soal kepada orang lain karena tidak ada pengawasan dari guru setempat. Meskipun demikian, ada beberapa SMP swasta yang akan mengadakan ujian secara online di rumah masing-masing. “Di sekolah negeri kami tidak melakukan ujian,” jelas Arif Senin (20/4).

Arif menambahkan, tidak adanya ujian untuk penentuan lulus tidaknya siswa, nantinya akan digantikan dengan nilai rapor serta prestasi siswa yang didapatkan sebelumnya. Untuk SD, nilai rapor yang dipakai mulai dari semester I kelas IV hingga semester I kelas VI. Ditambah nilai portofolio semester II kelas VI, juga bisa ditambahkan dari penilaian tengah semester (PTS) yang sudah digelar sebelum awal Maret.

Sedangkan untuk SMP, ditentukan berdasarkan nilai selama lima semester sejak kelas VII, dan dapat juga ditambahkan nilai semester genap kelas IX. Jadwal pengumuman kelulusan jenjang SMP dilakukan pada 5 JuniĀ  dan untuk SD 18 Juni. “Sementara pembagian rapor yang rencananya dijadwalkan 24 Juni mendatang, juga terpaksa ditiadakan jika pandemi Covid-19 masih berlangsung,” tambah Arif.

Kepala Sekolah SMPN 4 Depok, Lilik Mardiningsih menyebutkan, ada beberapa kriteria siswa dinyatakan lulus di SMP 4 Depok. Kriteria tersebut yakni nilai rata-rata rapor dari lima semester dan persentase kehadiran dari masing-masing siwa. “Tidak ada UNBK maupun penggantinya. Itu sudah keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman,” ungkap Lilik. (eno/din)

Sleman