RADAR JOGJA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan stok dan harga bahan pokok aman menjelang Ramadan 1441 Hijriyah. Dari pantauan Disperindag di enam pasar besar Sleman dan distributor, stok pangan dianggap cukup melimpah.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman untuk menjaga stok pangan jelang Ramadan dan selama masa pendemi Covid-19. Koordinasi yang dilakukan pihaknya sesuai dengan surat edaran gubernur DIJ untuk bisa menjaga stok pangan.

Untuk persediaan beras, stok dari hasil tani dan persediaan Bulog mampu mencukupi selama enam bulan ke depan. Selain itu, persediaan untuk daging dan telur, Mae juga memastikan aman. Meskipun demikian, untuk saat ini harga telur dan ayam justru mengalami penurunan. Dengan harga telur per kilogramnya Rp 22.000 dan ayam Rp 25.000 setiap kilogramnya. “Hal ini karena permintaan berkurang diakibatkan perhotelan dan restoran tidak beroperasi,” ungkap Mae Senin (20/4).

Sedangkan untuk bahan pangan yang saat ini mengalami kenaikan adalah tomat sayur. Hal ini dikarenakan masih adanya hujan, membuat buah mudah membusuk dan tidak bertahan lama. Sedangkan untuk kedelai, juga masih memiliki harga sampai Rp 11.000 per kilogram dikarenakan nilai Dolar Amerika Serikat yang masih mencapai Rp 15.437. “Karena masih impor, dan untuk lainnya cenderung stabil,” ungkap Mae.

Terkait dengan kelangkaan gula pasir dan melambungnya harga, tambah Mae, saat ini keran impor sudah turun dan gula telah masuk tahap pengolahan untuk sesegera mungkin didistribusikan ke pasar. Sehingga harga gula yang sempat mencapai Rp 18.000 setiap kilogram, akan kembali normal yakni dengan harga Rp 12.500.

Mae berharap, masyarakat bijak membeli selama masa puasa dan pandemi Covid-19. Meskipun stok mencukupi namun masyarakat melakukan pembelian berlebih, dapat dipastikan harga akan melambung tinggi. Jika khawatir untuk melakukan pembelian semasa pandemi, Disperindag memberikan pelayanan belanja online dari 100 toko retail yang tersebar di 17 kecamatan Sleman. “Nanti akan segera dirilis daftarnya ke setiap kecamatan agar masyarakat bisa berbelanja sembako di toko terdekat. Selain itu, ada 20 pasar yang juga telah menyediakan layanan belanja secara online,” ungkap Mae.

Sementara itu, penjual beras di Pasar Sleman Unit 1, Tri Utami mengaku harga beras cenderung stabil dan tidak ada kenaikan. Meskipun memiliki jumlah pengunjung yang tergolong berkurang, Tri mengaku pembelian partai besar didominasi untuk kebutuhan bantuan sosial. “Ditambah dengan tunjangan hari raya yang dimajukan,” jelas Tri.

Meskipun tidak mengalami kenaikan saat jelang Ramadan, Tri khawatir pada pertengahan Ramadan harga beras bisa mencapai dua kali lipat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, yang mana kebutuhan beras semakin meningkat khusunya untuk keperluan zakat bagi umat muslim. “Penjualan masih stabil dengan harga paling rendah setiap kilogram Rp 9.000,” tambah Tri. (eno/din)

Sleman