RADAR JOGJA – Sebagai upaya untuk mendukung pengujian Covid-19, Fakultas Farmasi UGM memroduksi Viral Transport Medium (VTM) atau media pembawa virus sendiri. Produksi dilakukan untuk mengatasi pesanan yang tak kunjung datang.

Ketua Prodi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UGM Ika Puspitasari menjelaskan VTM adalah media untuk membawa spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan pasien yang telah melalui uji swab. Selanjutnya sampel tersebut dibawa menggunakan VTM ke laboratorium tersertifikasi untuk diuji lebih lanjut apakah positif atau negatif korona.

Nah, melihat pentingnya keberadaan VTM dalam deteksi virus Covid-19 dan adanya krisis VTM di pasaran, maka Fakultas Farmasi UGM berinisiatif mengadakan program pengadaan VTM untuk mendukung pengujian swab PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap virus Covid-19. “Pelaksanaan pembuatan VTM dilakukan di Laboratorium Advanced Pharmaceutical Sciences (APS) Fakultas Farmasi UGM,” jelas Ika Kamis (16/4).

Menurut Ika, VTM yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan VTM di beberapa laboratorium pengujian swab PCR yang selama ini membeli VTM siap pakai. Namun akhir-akhir ini pemesanan tidak kunjung datang dan harganya mahal.

INOVASI : Fakultas Farmasi UGM memroduksi Viral Transport Medium (VTM) atau media pembawa virus sendiri. (ISTIMEWA)

Spesimen lendir hidung dan tenggorokan nantinya yang sudah dimasukkan ke VTM akan langsung diuji PCR. Menurut Ika, hasil positif melalui versi uji rapid test (uji cepat) perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan pengujian swab PCR. Uji swab PCR, merupakan pengujian dengan hasil yang relatif paling valid untuk mendiagnosa infeksi SARS-CoV2, virus penyebab Covid-19. “Saat ini, dua laboratorium di UGM telah digunakan untuk deteksi Covid-19,” tambahnya.

Dosen Laboratorium Rekayasa Makromolekul Departemen Kimia Farmasi Fakultas Farmasi UGM Riris Istighfari Jenie menuturkan, pembuatan VTM  dilakukan mengacu pada protokol Centers for Disease Control and Prevention Amerika. Produksi melibatkan dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan keahlian. Dalam proses pembuatannya memerlukan beberapa alat antara lain biosafety cabinet, waterbath, filter steril ukuran 0,20-0,45 mikron. Sementara itu, bahan-bahan yang digunakan antara lain Fetal Bovine Serum (FBS) yang kemudian dilakukan heat inactivated, Hanks Balanced Salt Solution (HBSS), gentamicin sulfate dan amphotericin B.

Riris menjelaskan, prosedur pembuatan VTM meliputi inaktivasi FBS di dalam waterbath, penyiapan antibiotik dengan mencampurkan gentamicin sulfate dan amphotericin B. “Berikutnya bahan-bahan tersebut dicampurkan ke dalam buffer HBSS. Penyimpanan sediaan VTM dilakukan pada suhu 2-8 derajat celcius,” ungkap Riris.

Riris berharap, pengadaan bahan baku pembuatan VTM bisa lebih dipermudah atau mendapatkan prioritas. Mengingat beberapa bahan dipesan dari Jakarta. Sementara Jakarta dan beberapa daerah sedang menjalankan PSBB sehingga memperlambat proses pengadaan bahan baku tersebut. (eno/din)

Sleman