RADAR JOGJA – Sejak ditetapkan status tanggap darurat Covid-19, obyek wisata Kaliurang ditutup untuk sementara. Meski sepi pengunjung, aktivitas warga sekitar masih berjalan dengan mematuhi anjuran serta imbauan pemerintah.

“Warga masyarakat Kaliurang sendiri juga telah sepakat membuat prosedur minimal yang diterapkan oleh warga, antara lain physical distancing dalam berinteraksi, mengenakan masker dalam melakukan aktivitas di luar rumah ataupun dalam bekerja,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih, Rabu (15/4).

Warga Kaliurang juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan orang lain. Mengurangi kontak fisik seperti bersalaman dengan orang lain.

“Untuk memberikan layanan standar minimal lainya, terhadap warga ataupun orang yang datang di Kaliurang akan dilakukan pengukuran suhu badan guna memastikan tidak dalam keadaan demam atau panas tinggi atas yang bersangkutan di gerbang masuk Kaliurang,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang (ASPEK) Heribertus Indiantara menambahkan, terkait aktivitas ekonomi masyarakat Kaliurang sudah terkondisi. 

“Penginapan dan warung kalau tidak menerapkan SOP, ya diimbau tidak buka, dan kalau warung imbauannya ya take away atau tidak di makan di tempat,” terangnya. (sky/tif)

Sleman