RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sebagai upaya menyelesaikan pandemi Korona. Menurutnya, kebijakan yang dimulai Jumat (10/4) tersebut sangat berkontribusi dalam mengurangi penularan Covid-19.

“Melalui langkah PSBB di Jakarta, akan sangat mengurangi mobilitas warga yang berada di zona merah Jakarta, untuk pulang mudik ke berbagai wilayah termasuk Sleman, Sehingga akan berdampak langsung pada pencegahan dan penularan kasus Covid 19 di daerah. “ jelasnya.

Sleman sendiri menjadi wilayah tertinggi dengan kasus Covid 19, hal tersebut menurut SP, sapaannya, karena mobilitas yang sangat terbuka di wilayahnya ini. Kasus yang lebih banyak muncul karena kedatangan warga dari luar daerah, terutama Jabodetabek. 

“Melalui bandara Adisutjipto saja saat ini sekitar 20 penerbangan masih berlangsung setiap hari, sehingga masuknya warga dari wilayah zona Merah kasus Covid-19, secara signifikan menambah jumlah kasus di Sleman, mulai dari kategori ODP, PDP, hingga OTG,” paparnya.

Untuk itu Pemkab Sleman mengalokasikan dana hingga Rp 105 miliar dan fasilitas karantina orang tanpa gejala (OTG) maupun PDP di Asrama haji Mlati dan balai PMD Tirtomartani, Kalasan. Secara intensif pihaknya juga melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 sesuai standar protokol WHO melalui media sosial maupun media massa

Untuk mengintensifkan pemantauan mobilitas orang, Sri Purnomo mengerahkan jajaran RT dan RW untuk memantau warga luar daerah yang masuk ke wilayahnya. “Sehingga jika terindikasi ODP atau PDP, dapat ditindak lanjuti dengan isolasi mandiri,” tandasnya. (sky/tif)

Sleman