RADAR JOGJA – Sejak pandemi korona melanda, stok darah PMI Kabupaten Sleman terus menipis. PMI hanya mampu memenuhi kebutuhan stok darah sebanyak 25-30 kantong per hari. Padahal, sebelum Covid-19 mewabah PMI Sleman mampu memenuhi kebutuhan stok darah antara 50-75 kantong per hari.

Petugas PMI pun melakukan door to door guna menjaga ketersediaan darah. Markas Kodim 0732/Sleman menjadi salah satu sasarannya.

Kemarin (7/4), tak kurang 61 prajurit TNI dan pegawai negeri sipil di lingkungan Kodim 0732/Sleman ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Termasuk anggota KoramilĀ  se- Kabupaten Sleman.

Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro sangat mendukung kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi sumbangsih dalam upaya memenuhi kebutuhan darah PMI di tengah pandemi virus korona,” ujarnya.

Pelaksanaan donor darah tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 dengan menjaga jarak antar-bed pendonor. Ini bagian dari protokol pelaksanaan physical distancing.

Selain itu, peserta donor darah dibagi dua gelombang. Pukul 08.00-10.00. Dilanjutkan pukul 10.00-12.00. Hal ini demi menghindarkan terjadinya kerumunan di aula Makodim Sleman, yang menjadi lokasi pelaksanaan donor darah.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun turut hadir menyapa prajurit TNI. Menurutnya, aksi jemput bola harus dilakukan petugas PMI Sleman untuk memenuhi kebutuhan stok darah yang terus menurun. “Pergerakan orang kan dibatasi demi mencegah persebaran korona. Makanya petugas PMI yang mendatangi pendonor,” tuturnya.

Lewat aksi jemput bola, lanjut Muslimatun, stok darah PMI Sleman terbilang aman. Saat ini tersedia sedikitnya 100 kantong. “Jadi, masyarakat tak perlu khawatir,” imbaunya.(yog)

Sleman