RADAR JOGJA – Pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) dilakukan di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Selasa (17/3). Candi tersebut disemprot disinfektan.

Selain itu, pengelola mengeluarkan aturan khusus untuk wisatawan. Wisatawan hanya diizinkan berada di area taman.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko Emilia Eny Utari mengatakan, penyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya mencegah merebaknya virus korona yang mungkin berada di area Candi Prambanan. Penyemprotan difokuskan pada bagian dalam candi yang tidak terpapar langsung sinar matahari.

“Sementara untuk bagian luar tidak dilakukan penyemprotan. Tapi, ditutup sementara karena langsung terkena sinar matahari, yang bisa mematikan virus korona,” ujarnya di sela penyemprotan di Candi Prambanan kemarin. Tampah ikut dalam kegiatan ini Kepala Badan Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) DIJ Zaimul Azzah.

Menurutnya, penyemprotan tak hanya dilakukan di Candi Prambanan. Penyemprotan segera dilakukan di Candi Ratu Boko.

Emilia menyatakan, Candi Prambanan ditutup selama dua pekan. Penutupan berlangsung hingga 29 Maret.

Pengunjung masih diizinkan berwisata dengan batasan-batasan. Wisatawan tetap diperkenankan berada di area taman wisata Prambanan dan berfoto dengan latar belakang candi.

Menurutnya, pihaknya sudah memeriksa secara ketat pengunjung. Pengunjung diperiksa suhu tubuhnya. Selain itu, pengunjung diwajibkan cuci tangan sebelum masuk area candi. Ada hand sanitizer yang disediakan di beberapa titik.

“Tentu upaya pencegahan sudah kami lakukan secara ketat. Apabila ada pengunjung yang sedang sakit maka kami saran untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan ,” ujarnya.

Emilia mengungkapkan pandemi virus korona berdampak pada tingkat kunjungan wisata. Terhitung sejak awal Februari, kunjungan turun hingga lima puluh persen. Beberapa agenda yang rencananya digelar di lokasi tersebut terpaksa dibatalkan.

“Untuk kerugian secara materi, kami bisa belum sampaikan. Kami berharap virus korona ini segera dapat teratasi agar semuanya bisa kembali berjalan normal,” ucap Emilia.

Sementara itu, Kepala Badan Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) DIJ Zaimul Azzah mengatakan, ada sepuluh candi di Jogjakarta ditutup sementara. Yakni, Candi Sambisari, Candi Gebang, Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Ratu Boko, Candi Prambanan, dan Candi Banyunibo.

Azzah menyatakan, penutupan hanya berlaku bagi kunjungan wisata. Sedangkan kegiatan terkait penelitian tetap diperbolehkan.

“Untuk penelitian juga harus melalui prosedur yang benar, seperti izin kepada BPCB dan kantor pengurus cagar budaya terlebih dahulu,” ujarnya. (inu/amd)

Sleman