RADAR JOGJA – Hujan lebat yang terjadi di wilayah Kabupaten Sleman berdampak pada meluapnya sejumlah selokan dan drainase. Akibatnya, air meluap hingga menggenangi jalan-jalan. Ketinggian air bahkan hingga mencapai 50 sentimeter. Arus air dari utara cukup deras. Karena posisinya lebih tinggi. Arus air juga membawa material berupa sampah-sampah.

Salah satu yang terpantau, yakni di Kecamatan Ngaglik. Tepatnya di sekitar Simpang Empat Kamdanen di Dusun Ngentak, Desa Sinduharjo. Kejadian serupa juga terpantau di Rejodani dan sekitarnya. Di wilayah ini, akibat genangan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan menyatakan,  meskipun kondisi jalan sudah tergenang, kendaraan masih bisa melintas.”Di Perempatan Kamdanen, kendaraan masih bisa lewat,” ungkapnya Selasa (3/3).
Penuturan dari salah satu pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut, Muhammad Ari Irfan,26 menyebutkan meluapnya sungai berdampak pada kemacetan di Jalan Palagan Km 9-10. Kepada Radar Jogja, Ari mengaku beberapa kendaraan juga sempat mogok karena memaksakan untuk melintasi genangan air.

Dari penuturannya, kemacetan parah terjadi pada waktu sore hari dan akses jalan menuju Simpang Kamdamen pun sempat ditutup. Kata dia, beberapa warga juga sempat mengarahkan pemilik kendaraan untuk tidak melewati simpang tersebut. “Airnya juga cukup tinggi dan arusnya deras,” ujar warga Condongcatur ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta melaporkan intensitas hujan pada Maret ini memang cukup tinggi. Pada dasarian satu hingga tiga di bulan ini, intensitas hujan bisa masuk dalam kategori menengah dan tinggi berkisar 50-200 mm.

Untuk dasarian satu dan dua diperkirakan intensitas hujan bisa masuk kategori normal hingga atas normal. Sedangkan dasarian ketiga Maret berpotensi masuk hujan dengan intensitas bawah normal hingga normal.(inu/din)

Sleman