RADAR JOGJA – Pasca tragedi susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa (21/2), SMPN 1 Turi bersama sejumlah pihak mulai mendeklarasikan diri untuk move on Senin (2/3). Diikuti seluruh siswa, deklarasi digemakan bersama dengan tekad agar masyarakat SMPN 1 Turi belajar untuk menggapai cita-cita cemerlang, bergandengan tangan dalam keceriaan, serta saling menghormati dan menyayangi.

Dihadiri Bupati Sri Purnomo (SP), orang nomor satu di Sleman ini dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan deklarasi SMPN 1 Turi Ayo Bangkit adalah bertujuan untuk move on. Yang memiliki arti bangkit atau jalan terus, serta melupakan kejadian beberapa waktu lalu.

Meskipun melupakan, SP menyampaikan untuk tetap mengambil pelajaran agar hal serupa tidak terulang kembali. Imbas dari kejadian yang tidak ringan, membuat anak-anak masih mengalami trauma dan memerlukan penanganan. “Pendampingan dilakukan, salah satunya dengan move on ini,” jelas SP.

Melalui deklarasi dan pendampingan, diharapkan trauma segera hilang dari ingatan sivitas SMP N 1 Turi, khususnya para siswa. Sehingga mereka menyongsong masa depan dengan semangat dan ceria kembali.

SP menambahkan, segenap pihak tidak boleh berlarut-larut dalam sedih dan duka. Melainkan menjadikan pelajaran tadi sebagai bekal dalam rangka menghadapi masa depan. “Biar berlalu, dikoreksi, dan dievaluasi. Mudah-mudahan yang di masa depan tinggal yang terbaik,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIJ yang juga alumni SMPN 1 Turi Huda Tri mendorong siswa untuk meningkatkan keimanan, ketaatan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, ia juga meminta siswa untuk belajar dengan rajin dan menghindarkan diri dari mengikuti hal-hal negatif. “Yang kini marak terjadi dilakukan oleh siswa usia sekolah, misalnya membacok orang lain tanpa motivasi yang jelas,” kata Huda.

Setelah itu, kegiatan deklarasi juga diikuti dengan flash mob menari dan menyanyi bersama. Bupati, Wakil Bupati Sri Muslimatun beserta jajarannya turut serta dalam flash mob itu. (eno/laz)

Sleman