Penyisiran siswa hilang karena susur sungai diperluas menjadi 27 kilometer dari titik kejadian. Wilayah terbagi menjadi empat bagian sampai ke wilayah aliran sungai Sempor-Bedog di sekitar Ring Road Selatan.

Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto menuturkan, section I mulai dari lokasi kejadian sampai Tempuran Bedog-Sempor yang berjarak 6,71 kilometer. Untuk section II berjarak 5,59 kilometer sampai pertemuan Bedog-Selokan Mataram.

Sementara section III dilanjutkan menuju Gereja Gamping dengan jarak 7,91 kilometer. Serta section terakhir sampai aliran sungai Sempor-Bedog di wilayah Ringroad Selatan dengan jarak 4,98 kilometer. “Yang setiap section dikerahkan dua tim search and rescue unit (SRU). Dengan setiap SRU berisikan lebih dari 50 relawan,” jelas Pipit kemarin (22/2).

Hingga pukul 19.05 tadi malam, korban yang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia menjadi delapan orang. Dua siswa atas nama Yasinta Bunga dan Zahra Imelda, masih dalam pencarian. Sebelumnya, Nadin Fadhila telah ditemukan tak bernyawa  kemarin (21/2) pukul 10.15 di Dam Lengkong.

Menurut Pipit, tim gabungan telah melakukan penyusuran sampai section IV dan masih nihil. Kondisi sungai berbatu dan berongga, sehingga kemungkinan korban masih tersangkut. Normalnya, dalam waktu tiga hari, jika dalam keadaan meninggal di wilayah perairan, jasad dengan sendirinya naik ke permukaan. “Namun karena berongga, dikhawatirkan masih tersangkut di dasar,” ungkap Pipit.

Untuk saat ini, guna mendukung pencarian Basarnas menambah pemasangan jaring di aliran dekat Gereja Gamping. Sebelumnya, jaring sudah ada dipasang di aliran Sempor yang ada di Dusun Balong. Tidak memiliki kendala teknis, masyarakat yang menonton di wilayah pencarian sedikit mengganggu. Karena wilayah pencarian menjadi penuh. Nantinya pihak SAR akan melakukan koordinasi dengan pihak berwenang agar ada pembatasan wilayah jika masyarakat ingin mendapatkan informasi terkait.

Sementara itu, Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda DIJ yang ada di Puskesmas Turi mulai dipindah ke RS Bhayangkara jika sampai pukul 17.00 ada jasad yang belum ditemukan. “Mengingat puskesmas juga melayani masyarakat, dikhawatirkan tidak optimal. Di RS Bhayangkara sudah ada ruangan dan peralatan memadai,” ungkap Pipit. (eno/laz)

Sleman